Demam lato-lato tengah melanda masyarakat Indonesia di awal tahun ini. Terlebih usai Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kedapatan menjajal permainan ini saat tengah ‘blusukan’ di pasar Kabupaten Subang beberapa waktu lalu. 

Lato-lato sudah lebih dulu populer di Amerika Serikat dan Eropa di tahun 70 an dengan beragam nama seperti clackers atau knockers. Kepopulerannya menular ke Indonesia di tahun 1990an.

Bagai dua mata pisau tajam, permainan lato lato menimbulkan sisi positif dan negatif di masyarakat. Beberapa pihak menilai permainan ini beresiko menimbulkan cedera pada pemainnya, namun di sisi lain bermain lato lato dinilai dapat mengembalikan interaksi sosial yang mulai ditinggalkan anak anak saat ini karena kegandrungan bermain gadget.