ZIGI – Dear Imamku, merupakan film debut Dul Jaelani, putra bungsu Maia Estianty dan Ahmad Dhani sebagai aktor. Di film pertamanya ini, Dul yang berperan sebagai Haris, beradu akting dengan kekasihnya sendiri yakni Tissa Biani, yang diceritakan sebagai YouTuber couple sukses.
Mereka mendapat banyak uang setelah membagikan tips soal cinta. Tapi perjalanan romantis mereka berubah total setelah Dul Jaelani memutuskan untuk hijrah. Tapi akhirnya mereka menikah muda. Bagaimana review film Dear Imamku? Yuk langsung di-scroll!
Sinopsis Dear Imamku
Dear Imamku menjadi salah satu film drama religi yang tayang pada Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2021, tepatnya pada 13 Mei 2021. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Mellyana Dhian ini disutradarai oleh Dian Sasmita.
Walaupun diadaptasi dari novel, namun ada beberapa penyusaian dari karakter yang ditampilkan di film. Seperti dalam novel, Haris (Dul Jaelani) sebenarnya berprofesi sebagai dokter sementara Alysa (Tissa Biani), merupakan anak SMA.
Spoiler Alert! Tapi dalam film, mereka diceritakan sebagai pasangan kekasih yang menjalani profesi YouTuber. Keduanya meraih kesuksesan setelah membagikan tips-tips tentang cinta. Alysa digambarkan sangat bergantung pada profesinya sebagai YouTuber untuk menghidupi ibu dan adiknya.
Tapi pertengkaran terjadi setelah Haris memutuskan untuk hijrah dan mengajak Alysa untuk putus. Keputusan ini diambil setelah Haris mendapat kabar ibunya terbaring koma dan nyaris kehilangan nyawanya. Haris pun segera mengakhiri hubungannya dengan Alysa dan mulai menjalani hidupnya dengan religius.
Dia sering beribadah dan mengaji. Tapi, Haris masih sulit menghilangkan kenangannya dengan Alysa. Sampai akhirnya, Haris mengajak Alysa untuk menikah muda. Tapi kehidupan rumah tangga mereka dipenuhi konflik karena ego dari pribadi mereka masing-masing.
Review Dear Imamku
Film Dear Imamku ini memperlihatkan kisah asmara anak muda yang bisa dibilang banyak terjadi belakangan ini. Tapi pertemuan yang terjadi antara Haris dan Alysa di klub malam dirasa kurang related. Walaupun cinta pandangan pertama itu ada, tapi pertemuan mereka terlihat sedikit kurang real.
Beberapa dialog juga dirasa kurang pas. Misalnya saat teman-teman Haris dan Alysa yang tiba-tiba mempertanyakan hubungan mereka sudah pernah ngapain aja setelah dua tahun pacaran. Padahal sebelumnya, tidak ada pembahasan yang mengarah ke hal seperti itu. Transisi antar cerita juga terasa berjalan begitu cepat walaupun masih tetap selaras.
Meski begitu, akting para pemainnya terbilang cukup memukau. Baik untuk adegan komedi maupun suasana haru. Dul Jaelani yang baru pertama kali berakting juga sukses menyita perhatian. Dul bahkan bisa dengan mudah mengeluarkan airmata dan ekspresi marahnya.
Film ini semakin terlihat menarik jelang 30 menit film berakhir, saat di mana Haris dan Alysa terlibat konflik besar dalam kehidupan pernikahan mereka. Jalan hijrah Haris juga menemui banyak hambatan dan tantangan. Selain mengajarkan tentang hijrah dengan berbagai cobaan yang dihadapi, film Dear Imamku ini juga menggambarkan bahwa nikah muda itu bukan suatu yang mudah.
Pernikahan itu bukan hanya mengandalkan cinta semata. Terlebih di usia yang terbilang belia, mereka masih memiliki ego untuk mewujudkan mimpi masing-masing. Selain itu, faktor finansial dan mental serta cara menurunkan ego juga perlu disiapkan dalam membangun rumah tangga.
Film Dear Imamku ini sebenarnya cocok ditonton anak millenials dan gen Z karena pesan mendalam yang memang tertuju pada mereka. Banyak pula pesan penting yang bisa dipetik dari film yang dibintangi Dul Jaelani dan Tissa Biani ini. Bagaimana kamu tertarik untuk menonton Dear Imamku? Semoga bermanfaat ya!