ZIGI – Seungri, mantan member BIGBANG kembali menghadiri sidang terkait kasus Burning Sun. Dalam sidang yang digelar di pengadilan militer, Yongin pada 30 Juni 2021 ini, Seungri ditanya soal prostitusi ilegal di grup obrolan milik Jung Joon Young.
Mendengar ini, Seungri memberikan bantahan dan menjelaskan soal tuduhan prostitusi ilegal yang disediakannya. Seperti apa pengakuan Seung eks BIGBANG dalam sidang kali ini? Scroll yuk artikel berikut untuk penjelasannya.
Seungri Bantah Tuduhan
Seungri mendapat pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait afiliasinya di ruang obrolan grup milik Jung Joon Young dalam sidang yang dilangsungkan di pengadilan militer, Yongin pada 30 Juni 2021.
Dalam sidang ini, jaksa mengajukan pertanyaan soal adanya bukti prostitusi ilegal dalam grup tersebut. Sidang ini merupakan lanjutan dari persidangan sebelumnya yang menghadirkan Jung Joon Young sebagai saksi untuk menjawab pertanyaan tentang tuduhan prostitusi Seungri.
"Ada bukti prostitusi ilegal di ruang obrolan Kakao. Ada konten yang menyebutkan penyediaan hiburan terpisah untuk klien Jepang Anda. Apakah Anda tidak tahu tentang ini?," tanya perwakilan jaksa yang dilansir Zigi.id dari Allkpop, Rabu, Juni 2021.
Seungri pun seakan membantah tuduhan tersebut. Artis kelahiran 12 Desember 1990 itu menjawab kalau dia memiliki banyak aplikasi dan ratusan pesan yang belum dibuka. Walaupun ada bukti dalam chat itu, tapi bukan berarti Seungri sudah membaca seluruh pesan yang dikirim.
"Pesan di ruang obrolan Kakao itu tidak semuanya ada dalam hidup saya. Ada banyak ruang obrolan grup yang berbeda, dan kami juga menggunakan sekitar 5 aplikasi messenger SNS lainnya. Bahkan saat sebentar saja saya jauh dari ponselku, hampir 500 pesan menumpuk yang belum dibaca. Hanya karena ada bukti pesan yang dikirim dan dipertukarkan, bukan berarti aku memeriksa semuanya," ujar Seungri.
Penjelasan Seungri Soal Klien Jepang
Sumber foto: Allkpop
Lebih lanjut, Seungri juga memberikan penjelasan soal klien Jepang yang diduga menerima layanan prostitusi yang disediakannya. "Selama pesta Natal, saya mengundang kenalan dari seluruh dunia. Kenalan itu juga membawa kenalan mereka sendiri, dan orang-orang ini sendiri memiliki banyak kenalan lain di Korea selain saya. Di chat room lain juga ada diskusi tentang kenalan dari negara lain, seperti Vietnam, China, Malaysia," sambung Seungri.
Seungri pun kembali menekankan apa yang dia ucapkan sebelumnya kalau ruang obrolan di Kakao Talk tersebut bukanlah hal yang selalu dipantauannya. Dia pun merasa menyesal karena orang-orang yang dikenalnya bertukar kata-kata vulgar di dalamnya.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, ruang obrolan grup Kakao tidak semuanya ada dalam hidup saya. Saya merasa menyesal kepada publik nasional, tapi karena mereka di ruang obrolan grup itu hanya kenalan dekat saya yang terlibat, kami bertukar kata-kata vulgar. Saya merasa menyesal tentang itu," tandas Seungri.
Sebelumnya, persidangan militer yang dijalani Seungri eks BIGBANG ini melibatkan tuntutan pidana termasuk penggelapan, pelanggaran tindakan sanitasi makanan, gangguan bisnis, distribusi ilegal rekaman dari kamera tersembunyi hingga permintaan prostitusi ilegal. Sampai saat ini, pihak Seungri terus menyangkal sebagian besar tuduhan terhadapnya, termasuk tuduhan pidana adanya penyediaan prostitusi ilegal untuk kliennya.