Awal Mula Tahun Baru dan Makna Bulan Pertama Januari
ZIGI – Sejarah Kalender Masehi terbilang baru karena belum ada 500 tahun. Sistem penanggalan Masehi digunakan setelah kalender Julius dianggap tidak akurat. Kalender Masehi juga punya nama lain lho. Sebelumnya sistem ini biasa disebut dengan kalender Gregorian.
Nah buat kamu yang penasaran dengan sejarah kalender Masehi dan awal mula tahun baru, baca artikel di bawah ini ya.
Awal Mula Sejarah Kalender Masehi
Kalender masehi adalah penanggalan standar yang digunakan di seluruh dunia. Sistem kalender masehi atau biasa disebut kalender Gregorian, diperkenalkan pada tahun 1582. Disebut dengan istilah Gregorian karena ketika diajukan oleh Dr Aloysius Lilius, sistem penanggalan baru ini disetujui oleh Paus Gregorius XIII.
Kenapa masyarakat saat itu perlu membuat kalender Masehi? Melansir dari Ensiklopedi Britannica, kalender Masehi digunakan untuk menggantikan sistem kalender Julius. Pasalnya, saat itu ada pergeseran waktu dan juga musim. Padahal musim semi digunakan untuk menghitung Hari Raya Paskah.
Dalam kalender Julius, bumi dihitung selama 365 hari 6 jam. Sedangkan saat ini selama satu tahun bumi hanya berputar selama 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik. Artinya, kalender Julius memiliki kelipatan waktu yang bisa menumpuk hingga mengakibatkan kebingungan banyak orang.
Karena kalender Julius tidak akurat, maka perlu ada sistem penanggalan yang baru. Saat ini nama Gregorian lebih akrab dengan istilah kalender Masehi, sedang bahasa Inggris menyebutnya Anno Domini (AD) yang dilansir dari bahasa Latin. Kata Masehi berasal dari bahasa Arab yang berarti membasuh, mengusap, dan membelai.
Penanggalan ini dimulai sejak kelahiran Yesus Kristus. Jadi era sebelum Yesus hadir, biasa disebut masa Sebelum Masehi (SM). Di beberapa belahan, istilah SM diganti dengan BC (Before Christ). Penamaan lain yang baru saja dikenalkan adalah Common Era (CE).
Januari Jadi Awal Tahun Dalam Sejarah Kalender Masehi
Mengapa Januari dijadikan awal mula tahun baru? Mari kita tengok arti dari Januari itu sendiri. Nama bulan pertama ini diambil dari kata Janus. Janus, dalam mitologi Romawi, digambarkan memiliki dua wajah. Ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaaan.
Jadi bisa dibilang Janus adalah awal mula dan akhir dari segela hal di dunia. Ia bisa melihat masa depan, sekaligus menengok masa lalu. Oleh karena itu, awal mula tahun baru dipilih nama Januari.
Berikut asal usul nama bulanya:
- Februari: Februss (Romawi) yang artinya Dewa pemurniaan, kekayaan, dan kematian
- Maret: Mars, artinya Dewa Perang
- April: dari kata Apierire, bulan yang penting bagi petani karena biasanya jadi bulan panen
- Mei: Dewi Maia dalam mitologi Roma
- Juni: Dari kata Juno, istri Dewa Jupiter
- Juli: diambil dari nama Kaisar Julius Caesar
- Agustus: Dari nama Agustus Caesar, kaisar Romawi pertama
- September: Dari bahasa Latin yang berarti tujuh
- Oktober: Bahasa Latin untuk angka 8, sepertinya ada pergeseran bulan sehingga penamaannnya tidak lagi sesuai
- November: Dari kata Septem yang berarti angka sembilan
- Desember: Istilah Decem yang berarti angka 10
Nah di atas adalah sejarah kalender Masehi dan awal mula tahun baru. Sebagian penamaannya diambil dari mitologi Romawi karena saat itu masyarakat masih kental dengan cerita terkait para dewa. Selamat melewati tahun baru 2022 ya!