Kisah Sukses Mochtar Riady, Kakek Grace Tahir Pendiri Lippo Group
ZIGI – Banyak orang mengatakan bahwa privilege menjadi salah satu kunci kesuksesan seseorang. Nyatanya tidak berlaku untuk Mochtar Riady yang terlahir dari keluarga sederhana.
Sejak kecil, Mochtar Riady memiliki keinginan untuk menjadi seorang bankir. Mendengar cita-cita Mochtar, kedua orang tuanya tampak ragu dengan keinginan anaknya. Hingga akhirnya, kakek Grace Tahir ini pun merantau dan mewujudkan cita-citanya saat dirinya dewasa.
Lantas bagaimana kisah sukses Mochtar Riady hingga mendapat julukan The Magic of Marketing hingga membangun Lippo Group? Yuk simak artikelnya di bawah ini dikutip dari berbagai sumber!
Baca Juga: Kisah Andina Julie, Jadi Miss Grand Indonesia 2022 Dapat Beasiswa S2
Mochtar Riady Mengawali Kariernya Sebagai Penjaga Toko
Saat usianya masih 10 tahun, ia mengatakan kepada orang tuanya bahwa kelak ia akan menjadi seorang bankir. Alasannya, ia ingin berpakaian rapi dan sibuk seperti orang-orang di Nederlandsche Handels Bank (NHB) yang Mochtar lewati setiap berangkat ke sekolah.
Namun, orang tua Mochtar awalnya menganggap cita-citanya tersebut terlalu tinggi. Pasalnya, kedua orang tuanya hanya berprofesi sebagai pedagang yang kesehariannya di pasar.
Menurut mereka, pekerjaan seorang bankir kala itu hanya dapat dilakukan oleh orang-orang berduit. Ia pun menikah dengan seorang gadis berasal Jember kala usianya masih 22 tahun. Saat itu, ia pun diminta mertuanya untuk menjaga sebuah toko yang masih kecil.
Selama tiga tahun dikelola Mochtar, toko itu pun berkembang pesat bahkan toko tersebut menjadi toko terbesar di Jember.
Mochtar pun berprinsip bahwa jika sebuah pohon ditanam di dalam pot atau di dalam rumah tidak akan tinggi, namun akan terjadi sebaliknya bila ditanam di sebuah lahan yang luas.
Meskipun telah berhasil mengembangkan usaha toko mertuanya di Jember, gejolak Mochtar tetap ingin dirinya menjadi bankir. Ia pun merenungi prinsipnya tersebut dan sempat memutuskan ke Jakarta di tahun 1954 meskipun awalnya di tentang oleh keluarganya karena tidak memiliki kenalan di kota tersebut.
Mochtar Riady Berhasil Mencapai Cita-Citanya Sebagai Bankir
Saat di Jakarta, Mochtar mengaku nekat bekerja apapun meski tidak ada pengalaman kecuali mengelola toko mertuanya. Namun, ia berhasil bekerja di sebuah CV sebagai importer selama enam bulan di Jakarta.
Bahkan selama enam bulan di CV tersebut, Mochtar juga bekerja sampingan dengan berdagang. Ia juga selalu menceritakan kepada teman-temannya bahwa dirinya ingin menjadi seorang bankir.
Suatu ketika, Mochtar bertemu dengan kawan lamanya yang menghantarkan dirinya sebagai bankir. Kala itu, seorang teman mengatakan bahwa ada sebuah bank yang membutuhkan karyawan namun bank tersebut dalam kondisi hampir bangkrut.
Meskipun memahami risikonya, Mochtar tetap optimis dan bekerja di bank tersebut. Sayang, di hari pertama, Mochtar dibuat kelabakan ketika melihat balance sheet. Sebab tidak memahami hal tersebut, ia pun meminta bantuan temannya yang bekerja di Standar Chartered Bank.
Namun, sekuat ia berusaha, Mochtar belum juga dapat memahami balance sheet. Dia akhirnya jujur kepada bosnya dan dipindahkan ke bagian Kliring, Cash, dan Checking Account.
Usai sebulan bekerja di bagian tersebut, Mochtar pun mulai menguasai tentang akunting. Setelah itu, pengusaha ini pun mulai memperbaiki keuangan bank. Dalam kurun waktu satu tahun, Mochtar Riady berhasil menyelamatkan keuangan bank.
Awal Julukan Mochtar Riady Sebagai The Magic of Bank Marketing
Setelah berhasil mengembangkan bank yang hampir bangkrut, Mochtar pun dipercaya untuk mengelola Bank Buaya saat usianya 45 tahun.
Sementara selama 7 tahun Mochtar bekerja di bank, ia sempat berpindah-pindak ke bank yang satu dengan yang lainnya hingga akhirnya ke Bank Panin yang merupakan gabungan dari Bank tempatnya bekerja dahulu, Bank Kemakmuran.
Kariernya mulai menanjak ketika ia pindah ke BCA dan mendapatkan keuntungan sebesar 17,5 persen. Kala bekerja di BCA, Mochtar bahkan mengeluarkan kebijakan yang cukup berani yakni menurunkan suku bunga hingga 8 persen, yang sebelumnya 20 persen menjadi 12 persen.
Berkat penurunan suku bunga tersebut, banyak nasabah yang mengembalikan dan melunasi utang kredit. Selain itu, banyak nasabah pula yang mengajukan permintaan pinjaman dengan syarat yang ketat.
Sebab keberhasilannya tersebut, Mochtar Riady dikenal masyarakat luas sebagai The Magic of Bank Marketing. Setelah keberhasilannya di BCA, Mochtar pun mendirikan Lippo Bank.
Diketahui bahwa Lippo Bank berdiri pada 1989 sebagai gabungan dari Bank Perniagaan Indonesia (BPI) yang dibeli Mochtar Riady pada 1981 dengan Bank Umum Asia. Pada tahun 2005, Mochtar resmi mundur dari Bank Lippo dan meninggalkan dunia perbankan.
Sementara Mochtar Riady masuk urutan daftar orang terkaya di Indonesia dan menduduki posisi ke-23 menurut versi Forbes Indonesia.
Berdasarkan Forbes Real Time Net Worth, jumlah kekayaan Mochtar Riady saat ini mencapai US$ 1,8 miliar atau setara dengan Rp25,8 triliun. Kekayaannya tersebut diperoleh dari berbagai sektor seperti ritel, kesehatan, properti hingga pendidikan.
Baca Juga: Kisah Sukses Maharani Kemala, Dari Pegawai Bank Jadi Pengusaha MS Glow