ZIGI – Funky Kebaya Community turut hadir dalam acara SPOTLIGHT Indonesia yang berlangsung pada 1 sampai 4 Desember 2022. Istilah Kebaya Funky tersebut dipopulerkan oleh desainer Lenny Agustin melalui karya-karyanya.

Dia juga berharap agar produk lokal dapat berkembang menguasai pasar fashion di dalam negeri. Simak artikel selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Kesuksesan SPOTLIGHT Indonesia 2022, Hadirkan Tenun NTB

Kebaya Funky dari Lenny Agustin

Di masa lalu, kebaya merupakan lambang modern dan hasil akulturasi budaya dari berbagai bangsa akibat globalisasi. Untuk kebaya era baru ini Lenny Agustin selaku fashion designer memberikan nama Kebaya Funky atau kebaya yang memiliki ekspresi modis dan cocok dipakai sehari-hari, yang sesuai dengan kepribadian pemakainya.

Sebutan kebaya Funky sudah disematkan untuk desain kebaya Lenny Agustin di sekitar tahun 2005 hingga 2006 karena gelaran fashion show yang sering ia tunjukkan. Walaupun kemudian Lenny Agustin juga mengangkat budaya dan busana tradisional Indonesia lainnya dalam karyanya, namun pengembangan desain modifikasi kebaya selalu ada.

Hingga tahun 2020, Lenny tergerak untuk lebih fokus mempopulerkan istilah Funky Kebaya/Kebaya Funky melalui karya-karyanya dan mengkampanyekannya di media sosial.

Lenny juga membentuk Komunitas Funky Kebaya yang dimulai dengan 10 fashion designer dan beberapa sahabat penggemar kebaya. Kini sudah memiliki sekitar 50 member penggerak (fashion designer, label/produsen kebaya, dan produsen produk pelengkap busana) serta ratusan member dari masyarakat umum yang tertarik dengan gaya Funky Kebaya.

Funky Kebaya Community kemudian melakukan kegiatan bersama berupa pameran dagang atau pop up store, fashion show, seminar pengetahuan tentang kebaya, workshop, kompetisi desain kebaya.

 

Selain mempopulerkan pemakaian kebaya, komunitas ini juga bertujuan agar produk lokal berkembang menguasai pasar fashion dalam negeri.

Kebaya Funky Pertahankan Look Asli

Dengan semangat dinamis ini, Funky Kebaya harus tetap mempertahankan look asli kebaya itu sendiri, yaitu bisa mengambil beberapa ciri khas kebaya seperti bukaan depan, siluet membentuk badan, kerah tegak di leher, kutu baru, dan ujung kebaya lancip di depan.

Maksimal hanya 20 hingga 30 persen saja perubahan desain kebaya dikembangkan, yaitu hanya di seputar bentuk lengan, permainan bentuk kutu baru dan kerah, dan panjang pendek kebaya. Semakin banyak produsen kebaya yang memiliki kreativitas yang beragam dan memiliki ciri khas masing-masing, maka masyarakat bisa menemukan kebaya yang sesuai dengan kepribadiannya.

Dengan gaya Funky Kebaya, diharapkan masyarakat mau kembali memakai kebaya dalam keseharian sesuai dengan kepribadian dan kenyamanan masing-masing. Hingga kebaya tidak terasa sebagai pakaian yang merepotkan, bahkan menjadi salah satu pilihan berbusana yang trendi. Apalagi jika selalu ada kreasi baru dari para produsen yang tersedia untuk dimiliki.

Jika pemakai kebaya semakin banyak dan kita melihat wanita Indonesia memakai kebaya di mana-mana, maka kita telah berhasil mengembalikan kebaya sebagai bagian dari pakaian sehari-hari masyarakat Indonesia. Apalagi jika bisa dilihat sebagai budaya berpakaian yang menarik dan masuk industri fashion secara internasional.

Di Acara Spotlight Indonesia 2022, Funky Kebaya Community mempersembahkan koleksi kebaya dari 10 brand yaitu Lenny Agustin dengan tema Effloresce, Priscilla Saputro dengan tema Night & Day Embroidery, Roemah Kebaya Vielga dengan tema Enjoy Time.

Ada pula Vinona dengan tema Forteen, Indische by Riri Rengganis dengan tema Kembali, Batik Chic by Novita Yunus dengan tema Jakarta Ria, Opie Ovie dengan tema Kelana Abadi, Kayo by Fey Kayo dengan tema Local Wisdom, Pinky Hendarto dengan tema Kala Cinta Mulai Bersemi, dan Olanye by Eko Tjandra dengan tema judul Tumo Anyar. 

Baca Juga: 5 Outfit Khas Imlek, Ada Baju Tang yang Sering Dipakai Jackie Chan

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.