Dikabarkan Diakuisisi Bank Jepang, Saham Danamon Melonjak 18%

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Yuliawati

9/11/2017, 17.16 WIB

Laju saham Bank Danamon ke depan, diperkirakan tidak akan melonjak signifikan karena aksi korporasi tersebut masih dalam tahap negosiasi.

Bank Danamon
Katadata
Stand produk keuangan Bank Danamon pada pameran Indonesia Fintech Festival and Conference 2016, Tangerang, Banten, Selasa, (30/08).

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) berencana untuk membeli sekitar 40% saham milik Bank Danamon. Kabar aksi korporasi tersebut membuat investor melakukan aksi beli dan menyebabkan harga saham Bank Danamon melonjak 18%.

Berdasarkan pantauan Katadata, saham Bank Danamon pada Kamis (9/11) ditutup Rp 5.725 per lembar saham atau melonjak 18,04% (naik 875 poin) dibandingkan perdagangan kemarin yang berada di level Rp 4850 per lembar saham.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan, pemberitaan akuisisi Bank Danmon oleh bank asal Jepang yakni Bank of Tokyo-Mitsubishi sejak tadi pagi langsung membuat investor banyak melakukan aksi beli.

"Ya ini (sentimen) positif lah, kalau nilai akuisisi kan biasanya di atas harga market," ujar Nafi saat dihubungi Katadata, Jakarta, Kamis (9/11).  (Baca: Bank of Tokyo Dikabarkan Akuisisi Danamon Senilai Rp 23 Triliun)

Meskipun demikian, Nafi memperkirakan, laju saham ke depan tidak akan melonjak signifikan karena pernyataan pihak Bank Danamon yang menyatakan aksi korporasi tersebut masih dalam tahap negosiasi. Nafi mengkhawatirkan, investor akan segera melakukan aksi ambil untung (profit taking) yang menyebabkan harga saham Bank Danamon kembali turun.

Berdasar surat yang ditujukan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan Bank Danamon Rita Mirasari mengatakan, Bank Danamon telah menerima pemberitahuan dari pemegang saham pengendali yaitu Asia Financial Indonesia Pte Ltd (AFI) bahwa AFI telah menerima expression of interest sehubungan kepemilikan saham AFI di Bank Danamon.

"Kami memahami, bahwa ketertarikan tersebut tergantung pada hasil negosiasi lebih lanjut yang belum tentu menghasilkan perjanjian yang mengikat. Sehingga transaksi ini belum tentu terealisasi," ujarnya.  (Baca: Kembangkan Usaha, Fintech Perlu Gandeng Bank Konvensional)

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) berencana membeli sekitar 40% saham Bank Danamon. Langkah tersebut sebagai bagian dari perluasan bisnis perusahaan di Asia Tenggara. Nilai transaksi disebut-sebut berkisar US$ 1,76 miliar atau setara Rp 23,7 triliun (dengan kurs saat ini).

Nikkei memberitakan, induk usaha BTMU yaitu Mitsubishi UFJ Financial Group memutuskan untuk memulai negosiasi dengan Danamaon dan pemegang saham mayoritasnya, yaitu perusahaan investasi milik pemerintah Singapura Temasek Holding. Proses akuisisi diharapkan bisa berlangsung paling cepat pertengahan 2018.

Bank Danamon tercatat sebagai bank dengan total aset terbesar kelima di Indonesia. Per akhir September 2017, laba Danamon mencapai Rp 3 triliun atau naik 21% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), Temasek Holding melalui Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. memegang 67,37% saham Danamon. Selebihnya, saham Danamon dipegang masyarakat 26,12%, dan JPMCB-Franklin Templeton Investment Fund 6,51%.

BTMU dikabarkan mengincar kepemilikan masyoritas di Bank Danamon secara bertahap. Sebab, sesuai ketentuan otoritas Indonesia, kepemilikan asing di perbankan domestik dibatasi maksimal 40%. Batasan tersebut bisa diperlonggar dengan persyaratan tertentu, di antaranya komitmen untuk berkontribusi pada ekonomi lokal.

Reporter: Miftah Ardhian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan