BI Siapkan Uang Tunai Rp 194 Triliun untuk Natal dan Tahun Baru

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Martha Ruth Thertina

15/12/2017, 10.06 WIB

Uang tunai yang disiapkan BI mencapai dua kali lipat dari proyeksi kebutuhan uang tunai sepanjang Desember 2017 yang berkisar Rp 88 - 93 triliun.

Uang rupiah
Arief Kamaludin|Katadata

Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 193,9 triliun untuk mengantisipasi kebutuhan terkait Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Jumlah tersebut mencapai dua kali lipat dari proyeksi kebutuhan uang tunai sepanjang Desember 2017 yang berkisar Rp 88 triliun hingga Rp 93 triliun. 

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Eni V. Panggabean menjelaskan, proyeksi kebutuhan uang tunai pada Desember kali ini meningkat 10-16% dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 80,3 triliun. "Kami siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," kata dia di kantornya, Kamis malam (14/12).

Ia memaparkan, porsi terbesar uang tunai tersebut berasal dari emisi 2016 yakni Rp 125,8 triliun, sedangkan sisanya Rp 68,1 triliun merupakan uang emisi sebelum 2016. Berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan uang tunai di akhir tahun lebih banyak didominasi oleh Uang Pecahan Besar (UPB) atau dengan nominal pecahan Rp 20 ribu ke atas.

Menurut Eni, kebutuhan uang tunai pecahan besar lebih banyak di akhir tahun lantaran untuk kegiatan wisata. "Kalau lebaran kan ada tradisi salam tempel. Kalau Natal biasanya uang untuk makan-makan atau leisure (wisata),"  ucapnya.

Ia memastikan BI akan terus memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat. Agar distribusi uang mencapai masyarakat terpelosok, terpencil, dan terluar, BI menerapkan beberapa strategi, di antaranya, meningkatkan distribusi dan persediaan uang di kantor pusat maupun perwakilan BI.

Selain itu, BI akan mengatur dan menjadwalkan pengiriman uang sejak saat ini hingga akhir tahun.
BI juga akan mengintensifkan kerja sama dengan penyedian transportasi darat, laut dan udara, serta memanfaatkan jaringan distribusi bank dan bank untuk mengedarkan di tingkat kecamatan dan desa.

"Kami tetap mengimbau supaya uangnya dijaga dan dirawat dengan baik. Tetapi kalau di akhir tahun mau jalan-jalan ya uangnya dikeluarkan untuk konsumsi," ujar dia. 

Adapun sepanjang Januari hingga November 2017, BI mencatat Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) mencapai Rp 635 triliun. Adapun mengacu pada data selama 10 tahun terakhir, rata-rata UYD di akhir tahun meningkat sebesar 13% per tahun. Namun, pertumbuhannya cenderung lebih lambat dalam beberapa tahun terakhir.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan