Harga Emas Dunia Catatkan Level Tertinggi, Emas Antam Ikut Naik

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Happy Fajrian

30/7/2019, 12.15 WIB

Harga emas dunia masih bertahan di level US$ 1.400 per ounce, tertinggi selama enam tahun terakhir.

Seorang pegawai memegang emas imitasi di butik emas Antam, Mall Ambasador, Jakarta Pusat (29/7). Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 2.000 menjadi Rp 636.000/gram pada perdagangan Selasa (30/7/2019).
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pegawai memegang emas imitasi di butik emas Antam, Mall Ambasador, Jakarta Pusat (29/7). Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 2.000 menjadi Rp 636.000/gram pada perdagangan Selasa (30/7/2019).

Harga emas Aneka Tambang (Antam), baik harga jual maupun harga belinya tercatat mengalami kenaikan pada Selasa (30/7), seiring dengan kenaikan harga emas dunia.

Berdasarkan laman logammulia.com harga beli emas Antam naik menjadi Rp 707.000 per gram atau naik Rp 2.000 dibandingkan pada sebelumnya. Sedangkan, untuk harga jualnya sebesar Rp 636.000 per gram atau naik Rp 2.000.

Harga jual emas yang tercantum tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh), sebagaimana diatur lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Ada pengenaan PPh 22 sebesar 1,5% untuk penjualan emas batangan Antam dengan nominal di atas Rp 10 juta.

Sementara itu harga emas dunia menyentuh level tertingginya selama enam tahun terakhir dipicu oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.

(Baca: Harga Emas Antam Naik, Terkerek Pergerakan Logam Mulia Dunia)

Mengutip dari Bloomberg, untuk harga emas comex kontrak Desember 2019 naik 0,20% menjadi US$ 1.436 per ounce. Namun, untuk harga emas jenis pengiriman terakhir turun 0,22% menjadi US$ 1.423 per ounce. Harga emas global masih bertahan di level US$ 1.400 per ounce atau tertinggi sejak enam tahun lalu.

Namun, investor menunggu hasil rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada hari ini Selasa (30/7) hingga besok Rabu (31/7). Jika The Fed menurunkan suku bunganya, maka ini menjadi penurunan suku bunga pertama The Fed selama satu dekade terakhir.

Kendati diprediksi akan menurunkan suku bunganya, ada sejumlah faktor yang dipercaya dapat membuat The Fed batal menurunkan bunga acuan di antaranya  kondisi ekonomi AS yang tumbuh cukup baik walaupun ada kecenderunga melambat. Kondisi tersebut menyebabkan AS belum membutuhkan bantuan penurunan suku bunga.

Namun perkembangan perundingan dagang AS-Tiongkok yang juga akan dimulai hari ini di Shanghai juga akan mempengaruhi perekonomian AS. Pasalnya, perundingan tersebut diprediksi tidak memberikan kemajuan penyelesaian perang dagang antar keduanya.

(Baca: Jelang Pertemuan The Fed, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 667.454/Gram)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN