Asosiasi Dosen Indonesia Soroti Rencana Jokowi Rekrut Rektor Asing

Penulis: Martha Ruth Thertina

7/8/2019, 07.57 WIB

“Serahkan rektor kepada anak bangsa tapi dengan cara yang jujur, saya yakin kampus akan menjadi perguruan tinggi kelas dunia," kata Ketua Tim Advokasi ADI.

rektor asing, jokowi, jokowi rektor asing, pendidikan
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Salah satu gedung di Universitas Indonesia.

Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) menilai perekrutan rektor asing bukan solusi yang tepat untuk mengerek ranking dunia perguruan tinggi dalam negeri. ADI meminta adanya diskusi lebih lanjut mengenai wacana tersebut.

Ketua Tim Advokasi ADI Faisal Santiago menilai rencana tersebut tidak terlalu mendesak. Yang terpenting adalah mencari akademisi yang paham mengenai pendidikan dan pengembangannya, mempunyai jiwa kepemimpinan, keahlian manajemen, kewirausahaan, dan pemahaman teknologi.

"Mencari rektor yang seperti ini memang tidak mudah, tapi mengimpor rektor asing bukan jalan keluar," kata dia seperti dikutip Antara, Selasa (6/8).

(Baca: Demi Memacu Pendidikan, Jokowi Ingin Rekrut Rektor dan Dosen Asing)

Dia menjelaskan, perekrutan rektor asing memerlukan biaya yang tidak sedikit. Ditambah lagi, rektor asing kemungkinan besar akan membawa “gerbong” tenaga kerja paling tidak 10 hingga 20 orang.

Ia juga menyangsikan rektor asing bisa menjalankan manajemen dengan baik kalau sumber daya manusia di kampus masih orang yang sama.

Menurut dia, yang selama ini menghambat kinerja rektor tidak maksimal adalah kentalnya campur tangan pemerintah atas posisi rektor khususnya di perguruan tinggi negeri. “Serahkan rektor kepada anak bangsa tapi dengan cara yang jujur, saya yakin kampus akan menjadi perguruan tinggi kelas dunia," ujarnya.

(Baca: Sri Mulyani Soroti Rendahnya Partisipasi Swasta Danai Riset)

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat ADI Amirsyah Tambunan mengatakan perekrutan rektor asing juga akan membuat perguruan tinggi jadi "gamang" dalam menjalankan otonomi kampus. Amirsyah menyarankan adanya diskusi lebih lanjut mengenai wacana rektor asing tersebut.  

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan