Labuan Bajo Diguncang Gempa Magnitudo 4,1

Penulis: Agustiyanti

31/8/2019, 10.59 WIB

BMKG sudah melakukan pengecekan dampak gempa di Labuan Bajo, tetapi belum menerima laporan mengenai kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengukur besaran gempa tremor pada seismograf, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (22/11). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat adanya gempa tr
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Ilustrasi gempa. Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 mengguncang Kota Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, pukul 09.15 WITA.

Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 mengguncang Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, pukul 09.15 WITA

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Robert Owen Wahyu menjelaskan pusat gempa itu berada pada kedalaman 128 kilometer di koordinat 8.73 Lintang Selatan dan 119.60 Bujur Timur.

"Atau berada pada 41 kilometer Barat kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, " kata Robert kepada wartawan di Kupang, Sabtu (31/8).

(Baca: Tahap Awal Bangun Ibu Kota Baru, Istana Presiden dan Masjid di Penajam)

Ia menyebut, BMKG sudah melakukan pengecekan dampak gempa di Labuan Bajo, tetapi belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.

"Kami belum terima dampak dari gempa dengan kekuatan 4,1 SR tersebut. Bahkan info soal apakah gempa tersebut dirasakan atau tidak belum kami dapatkan informasi," tambah dia.

Selama sebulan terakhir, gempa yang terjadi wilayah NTT diperkirakan bisa mencapai 60-an kali. Intensitas gempa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini kata dia, karena adanya tabrakan antarlempeng yang mengakibatkan patahan-patahan kecil.

(Baca: Ibu Kota Baru Berlokasi di Sekitar Lahan Tambang dan Potensi Gempa)

Wilayah Indonesia termasuk wilayah NTT terdiri dari tiga lempeng besar yakni di bagian selatan lempeng Indo -Australia, kemudian lempeng Eurasia, dan di bagian timur ada lempeng Pasifik.

"Pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia saling mendorong yang menimbulkan masa yang lebih berat sehingga tekanan itu menimbulkan getaran di atas permukaan bumi," tambah dia.

Menurut dia, getaran atau guncangan gempa dengan magnitudo skala kecil justru lebih bagus karena hanya menimbulkan patahan yang kecil. Hal ini lebih baik dibandingkan gempa yang magnitudonya besar dan hanya terjadi satu kali saja dalam setahun dampaknya sangat besar.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan