Wapres Perintahkan Kiai dan Bankir Belajar Lagi Ekonomi Syariah

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ameidyo Daud

25/11/2019, 14.53 WIB

Ini karena masih banyak kiai dan bankir yang belum memahami betul prinsip ekonomi berbasis hukum Islam.

Ma\'ruf Amin, ekonomi Syariah, Kiai bankir syariah
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di acara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Wakil Presiden Ma’ruf Amin ingin bankir hingga kiai mempelajari lagi ekonomi syariah. Ini karena masih banyak kiai dan bankir yang belum memahami betul prinsip ekonomi berbasis hukum Islam.  

Ma’ruf mengatakan kiai dan bankir acapkali hanya mengikuti tren ekonomi syariah yang berkembang, namun kerap tak menerima pelatihan mendalam mengenai ekonomi Islam. Padahal kiai dan bankir harus memahami hukum dalam ekonomi syariah guna memahami metode dan manajemen perbankan.

“Kami harapkan lahir dari proses pendidikan,” kata Ma’ruf saat menemui Pengurus Pusat Asosiasi Program Studi Hukum Syariah (APHESI) di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (25/11).

(Baca: Tren Startup Merambah Pasar Syariah )

Dia mengatakan berkembangnya ekonomi syariah membuat kiai harus memahami manajemen perbankan laiknya bankir. Begitu pula sebaliknya, bankir harus memahami metode hukum Islam dalam penerapan ekonomi syariah.

“Ke depan kami harapkan lahir dari proses pendidikan,” kata Ma’ruf.

Lebih lanjut, Ma’ruf meminta APHESI mengawal penerapan ekonomi syariah di Indonesia. Alasannya, ekonomi syariah sudah menjadi sistem nasional, baik di sektor keuangan, perbankan, asuransi, hingga pasar modal.

(Baca: Setelah Tokopedia, Shopee Sediakan Fitur Syariah)

Menurutnya, pengawalan ini tak hanya bisa dilakukan dengan mempelajari hukum perbankan nasional.  APHESI juga harus memahami fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

"Serta peraturan otoritas apa itu OJK, BI, Kementerian Keuangan, sehingga seluruhnya itu menjadi aturan yang diketahui," katanya.

 

 

 

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan