Mal Terapkan Aturan Ketat saat New Normal, Pengunjung Bakal Dibatasi

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ekarina

19/5/2020, 15.17 WIB

Mal bakal menyiapkan SOP, agar pengunjung dan gerai retail tetap menjalankan protokol kesehatan ketat pada saat berbelanja.

Ikuti Protokol Kesehatan saat New Normal, Mal Batasi Bakal Pengunjung.
ANTARA FOTO/ David Muharmansyah/hp
Suasana sepi pengunjung di pusat perbelanjaan Bencoolen mall, Bengkulu, Senin (11/5/2020). Pengusaha mal akan menerapkan sejumlah SOP kesehatan jika mal nanti diperbolehkan kembali beroperasi.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) memastikan tak ada batasan usia pengunjung saat berbelanja di mal saat skenario new normal diberlakukan. Pihak mal bakal menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP), agar pengunjung dan gerai retail tetap menjalankan protokol kesehatan ketat pada saat berbelanja. 

Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan mengatakan, pihak mal akan mengawal protokol kesehatan agar pengunjung terhindar dari penularan virus corona. Misalnya, dengan pembatasan jumlah pengunjung mal atau jumlah antrean agar tak berdesak-desakan serta menerapan jarak aman.

(Baca: Risiko New Normal dan Berdamai dengan Corona ala Jokowi)

Sebelum masuk, pengunjung juga akan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Di kasir dan lift mal nantinya dipasang tanda sebagai tempat menunggu serta pengaturan jarak.

"Kami sudah bikin SOP-nya pastinya aman buat semua orang, tidak ada batas usia lagi. Pengawasannya sangat ketat jadi yang tidak ikut SOP ya jangan datang ke mal," kata Stefanus kepada katadata.co.id, Selasa (19/5).

Pihaknya pun mengusulkan kepada pemerintah, agar belajar dari negara-negara lain saat  aktivitas bisnis dibuka, namun tak berisiko menambah jumlah kasus Covid. "Bukanya harus serentak, sehingga orang memiliki banyak pilihan jadi tidak berkumpul di satu tempat," kata dia.

Skema pembukan mal sempat dibahas dalam kajian awal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi virus corona. Cuplikan bahan presentasi kajian awal pemulihan ekonomi yang dimulai 1 Juni mendatamg tersebut, telah beredar luas di publik. 

(Baca: Beda Syarat & Prosedur Bepergian Gugus Tugas dan Anies saat Covid-19)

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono mengungkapkan, cuplikan yang banyak beredar tersebut merupakan kajian awal yang selama ini intensif dibahas pemerintah. Dalam skenario tersebut,  pemerintah mulai mengizinkan toko, pasar dan mall untuk buka dengan syarat diterapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Skenario tersebut berlaku pada fase kedua, 8 Juni 2020. Adapun, protokol yang dimaksud antara lain, pembatasan shift, menetapkan standar untuk melayani konsumen, serta tidak memperbolehkan toko dalam keadaan ramai. Sementara, usaha dengan kontak fisik seperti salon dan spa tidak diizinkan untuk dibuka. 

Fase ketiga, dengan perkiraan dijalankan 15 Juni 2020, pemerintah mengizinkan pembukaan toko, pasar dan mall seperti fase kedua. Ditambah dengan evaluasi terkait pembukaan usaha dengan kontak fisik, seperti salon dan spa. Pada fase ini, pemerintah juga mengizinkan pembukaan pusat-pusat kebudayaan seperti museum, dengan syarat pembatasan jarak.

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan