Menilik Makna Tradisi Palang Pintu dari Tanah Betawi

Tifani
Oleh Tifani
19 September 2022, 10:48
tradisi palang pintu
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Dua warga beradu saat menampilkan pertunjukan kesenian bela diri asli Betawi Palang Pintu dalam Lebaran Tenabang 2022 di depan Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (4/6/2022). Kegiatan yang menampilkan berbagai kesenian Betawi, makanan tradisional, perlombaan, dan bazar UMKM itu mengangkat tema KolaborAksi.

Tradisi Palang Pintu merupakan bagian dari prosesi adat saat penikahan masyarakat Suku Betawi. Secara bahasa, tradisi ini berasal dari dua kata, yaitu palang dan pintu. Palang dalam bahasa Betawi bermakna penghalang agar orang lain tidak bisa lewat, sedangkan pintu berarti pintu.

Secara istilah, palang pintu artinya membuka penghalang agar orang lain masuk ke daerah tertentu, biasanya daerah tersebut mempunyai jawaranya sendiri sebagai palang dan sering muncul pada acara pernikahan.

Mengutip buku Batavia 1740 Menyisir Jejak Betawi (2010) oleh Windoro Adi, tradisi palang pintu telah berkembang sejak tahun 1980-an, bersamaan dengan tradisi ondel-ondel. Dari muasalnya, tradisi Palang Pintu dianggap berasal dari Betawi Tengah dan Betawi Kota. Sementara itu, Betawi Pinggiran menyebut tradisi Palang Pintu dengan julukan Rebut Dandang.

Tradisi Palang Pintu dilakukan saat pihak pengantin pria hendak memasuki rumah mempelai perempuan. Sebelum iring-iringan pihak pria masuk, mereka akan dihadang oleh perwakilan dari pihak perempuan. Dari kedua belah pihak, ada tukang pantun dan jagoan silat yang mewakili di depan calon pengantin.

Pada awalnya akan terjadi dialog pembukaan dan saling berbalas pantun. Secara perlahan, intonasi para pelempar pantun akan naik dan membuat situasi seakan memanas. Meski bergaya seperti hendak berkelahi, pantun yang terlontar sering kali merupakan rangkaian kata yang penuh lelucon dan mengundang tawa. Setelah itu, jagoan silat dari pihak perempuan akan menguji kesaktian dan kemampuan dari pihak laki-laki.

Adu ilmu silat pun terjadi yang akan dimenangkan oleh pihak pengantin laki-laki. Mengalahkan lawan dari pihak perempuan inilah yang dianggap sebagai menjatuhkan penghalang, yang membuat namanya menjadi Palang Pintu. Setelah itu, pihak pengantin perempuan biasanya meminta pihak laki-laki untuk menunjukkan kebolehannya dalam membaca Al-Quran. Ketika semua halangan dilalui, pihak pengantin perempuan akan mempersilakan rombongan mempelai laki-laki untuk masuk.

Palang Pintu menjadi tradisi unik dari Betawi yang berisi laga pencak silat, adu pantun, hingga pembacaan Al-Quran dan salawat sebagai simbol ujian yang harus dilalui mempelai laki-laki untuk membuka pintu restu dari keluarga perempuan. Melalui peristiwa jawara dari mempelai laki-laki harus bisa mengalahkan jawara dari tempat tinggal perempuan.

Halaman:
Editor: Intan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...