Pemprov NTT Kumpulkan Dana Bantuan Gempa Senilai Rp4,3 Miliar
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan dana bantuan bencana yang masuk dan dikelola untuk penanganan tanggap darurat gempa bumi mencapai Rp4,359 miliar hingga Selasa (18/8).
Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Yohanes Abrianto Kore mengatakan dana tersebut tercatat sebagai saldo rekening dana penampungan bencana Pemerintah Provinsi NTT.
“Saldo rekening dana penampungan bencana Pemerintah Provinsi NTT hingga 18 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp4.359.200.000,” katanya, dilansir dari Antara, Rabu (19/8).
Ia menjelaskan dana tersebut berasal dari sejumlah pemerintah daerah dan masyarakat yang memberikan dukungan untuk penanganan bencana gempa bumi di NTT.
Rinciannya, bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Rp2,5 miliar, Pemerintah Provinsi Maluku Rp1,5 miliar, serta sumbangan masyarakat umum Rp359,2 juta.
Selain dukungan berupa dana, Pemerintah Provinsi NTT melalui Posko Provinsi BPBD NTT juga terus menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan medis ke wilayah terdampak.
Pada Selasa (18/8), bantuan medis yang disalurkan, antara lain 1.000 tablet paracetamol, 1.000 tablet amoxicillin, 1.000 botol ambroxol, 1.000 tablet asam folat, 100 botol dexamethasone injeksi, 100 tube ranitidine injeksi, 100 ampul lidocaine injeksi, dan 1.000 tablet acetylcysteine.
Bantuan peralatan medis mencakup 100 unit disposable syringe 3 cc, 250 unit Abbocath 24, 500 unit infus set, 200 unit infus set pediatric, serta 10 rol plester ukuran 5 x 5.
Sejumlah obat-obatan lainnya yang disalurkan, di antaranya sukralfat, ringer laktat, NaCl, guaifenesin, ketorolac, tablet tambah darah, amlodipine, antasida, betahistine, cefadroxil, cetirizine, dexamethasone, omeprazole, salbutamol, paracetamol infus, dan Ventolin Nebules.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak, bantuan yang disalurkan antara lain bubur instan dan berbagai jenis mie instan dalam kemasan cup.
Yohanes mengatakan seluruh bantuan yang diterima Pemprov NTT akan dikoordinasikan melalui posko tanggap darurat untuk memastikan pendistribusian sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Bantuan akan disalurkan secara bertahap ke wilayah terdampak berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTT juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD, serta pihak terkait lainnya agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah yang mengalami dampak gempa paling berat.
