Museum NTB Kumpulkan Artefak Berharga dari Puing-puing Kebakaran Desa Adat Sade

Reza Pahlevi
26 Agustus 2026, 16:23
Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita Minggu (22/8) menghanguskan 120 bangunan di Desa Adat
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita Minggu (22/8) menghanguskan 120 bangunan di Desa Adat Sade yang sebagian besar menggunakan material kayu, bambu, bedek serta beratap ilalang dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Museum Nusa Tenggara Barat (NTB) mengamankan berbagai artefak yang masih tersisa saat proses pembersihan puing-puing kebakaran Dusun Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pihaknya telah dua kali turun ke lokasi untuk menginventarisasi sekaligus mengamankan benda-benda bernilai sejarah dan budaya tersebut.

"Kami sudah menyampaikan dan meminta izin kepada kepala dusun dan pokdarwis (kelompok sadar wisata) untuk mengumpulkan beberapa artefak yang terkait dengan kebakaran," ujar dia dikutip dari Antara, Rabu (26/8).

Dia mengatakan kebakaran tidak hanya menghanguskan rumah adat dan rumah warga, tetapi juga menyebabkan hilangnya berbagai benda budaya, termasuk peralatan menenun yang berusia lebih dari 100 tahun.

Selain peralatan tenun, sejumlah manuskrip, kain tenun, serta peralatan rumah tangga yang berusia cukup tua juga turut hilang akibat kebakaran pada Sabtu (22/8) malam.

"Kami mengumpulkan cukup banyak benda yang berkaitan dengan tenun yang terbakar, peralatan rumah tangga, beras, jagung, tampi, termasuk ujung ceret yang juga terbakar," kata dia.

Dusun Adat Sade yang berdiri pada abad ke-16 tersebut mengalami kebakaran pada Sabtu (22/8), sekitar pukul 22.00 Wita.

Sejumlah saksi mata menceritakan api pertama kali muncul dari salah satu rumah di tengah permukiman adat tersebut.

Api kemudian merembet ke sejumlah rumah lainnya yang sebagian besar menggunakan bahan mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang.

Pamong Budaya Museum NTB Gusti Ayu Sri Astiti mengatakan pihaknya mengamankan empat lembar kain tenun yang rusak akibat kebakaran saat proses inventarisasi dua hari lalu.

Motif keempat kain tenun tersebut adalah motif subahnalepucuk rebunggeometris, dan cerbon sasak.

"Motif cerbong sasak adalah motif tenun khas Dusun Adat Sade. Motif itu melambangkan simbol gotong royong atau kebersamaan, serta keharmonisan," kata dia.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...