Polusi Udara Pontianak Masuk Kategori Berbahaya, Ancam Kesehatan Warga
Kualitas udara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mencapai level berbahaya pagi ini, Senin (31/8). Dari pantauan situs IQAir pukul 07.00 WIB, kualitas udara Pontianak tergolong berbahaya dengan poin AQI sebesar 336.
Dalam kategori tersebut, semua orang berisiko mengalami efek kesehatan. Oleh karena itu, IQAir menyarankan setiap orang untuk menghindari olahraga di luar ruangan, serta merekomendasikan penggunaan masker polusi di dalam dan luar ruangan.
Masyarakat dianjurkan hanya keluar rumah jika diperlukan, terus memperhatikan arahan otoritas kesehatan setempat, dan memastikan hunian tetap tertutup untuk menghindari udara tercemar.
"Setiap orang berisiko tinggi mengalami iritasi parah dan efek kesehatan negatif yang dapat memicu penyakit pernapasan dan kardiovaskular," demikian dikutip dari laman IQAir, pada Senin (28/8).
Memburuknya kualitas udara Pontianak bersamaan dengan insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Selain Pontianak, beberapa wilayah lainnya juga tercatat memiliki kualitas udara buruk pagi ini. Berikut daftarnya:
- Pontianak, Kalimantan Barat, poin AQI 336 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 243 µg/m³, masuk kategori berbahaya,
- Palangka Raya, Kalimantan Tengah, poin AQI 222 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 146,7 µg/m³, masuk kategori sangat tidak sehat,
- Kota Jambi, Jambi, poin AQI 202 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 126,1 µg/m³, masuk kategori sangat tidak sehat,
- Palembang, Sumatra Selatan, poin AQI 202 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 126,4 µg/m³, masuk kategori sangat tidak sehat,
- Tangerang Selatan, Banten, poin AQI 177 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 92 µg/m³, masuk kategori tidak sehat.
Sementara itu, Kota Surabaya di Jawa Timur memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 50. Dengan poin AQI tersebut, kualitas udara Surabaya tergolong baik. Di peringkat kedua ada Semarang, Jawa Tengah, dengan poin AQI 64. Namun, kualitas udara Semarang masih dalam kategori sedang.
Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara paling sehat hanya mencatatkan poin AQI 15, tepatnya di Auckland, Selandia Baru. Berikutnya, ada Beijing di Cina dan Bogota di Kolumbia dengan poin AQI 17. Kualitas udara ketiganya masuk kategori baik.
Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, sejumlah kota besar di dunia justru memiliki kualitas udara yang tergolong tidak sehat, termasuk Kuching di Malaysia yang terdampak asap karhutla dari Indonesia. berikut daftarnya:
- Kuching, Malaysia, poin AQI 349 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 249,5 µg/m³, masuk kategori berbahaya,
- Delhi, India, poin AQI 221 dengan konsentrasi PM10 sebesar 369,7 µg/m³, masuk kategori sangat tidak sehat,
- Kuwait City, Kuwait, poin AQI 217 dengan konsentrasi PM10 sebesar 366 µg/m³, masuk kategori sangat tidak sehat,
- Doha, Qatar, poin AQI 152 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 56,5 µg/m³, masuk kategori tidak sehat,
- Manama, Bahrain, poin AQI 147 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 54 µg/m³, masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.
Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.
