Abu Erupsi Anak Krakatau Meluas, Ini 3 Kabupaten yang Paling Terdampak
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tiga kabupaten menjadi wilayah paling terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Tanggamus di Provinsi Lampung serta Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengambil langkah antisipasi dan perencanaan dalam merespons ancaman bahaya lanjutan dan paparan abu vulkanik.
BNPB telah mengirimkan sejumlah personel ke lokasi terdampak untuk memantau langsung situasi daerah yang terpapar erupsi. Suharyanto juga meminta jajaran memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh perangkat kesiapsiagaan berfungsi dengan baik, termasuk sirine, tempat evakuasi, serta rencana kontinjensi di wilayah terdampak.
Pemerintah daerah juga diminta memastikan ketersediaan stok makanan yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Ia mengatakan sejauh ini belum ada pemerintah daerah yang terdampak menetapkan status kedaruratan bencana.
Selain melalui penyemaian awan, pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca dengan teknik water mist. Teknik tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi hujan di wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung untuk membantu mengurangi dampak sebaran abu vulkanik.
“Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe hari ini (Minggu, 6 September) hingga malam nanti. Dua teknik untuk mendatangkan hujan saat tidak ada awan, khususnya di tengah musim kemarau panas ini,” kata Suharyanto, dikutip dari siaran pers BNPB pada Senin (7/9).
Sejumlah daerah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sebagai berikut:
Kabupaten Lampung Selatan
Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena lokasinya berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau. BNPB mengatakan pemantauan di Lampung Selatan mencakup Kecamatan Punduh Pedada dan Rajabasa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengatakan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama telah menginstruksikan seluruh kepala satuan pendidikan untuk menerapkan langkah pengamanan guna meminimalkan risiko paparan abu vulkanik terhadap peserta didik.
“Berdasarkan Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 27 Tahun 2026, seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, diminta mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring pada tanggal 7 sampai 8 September 2026,” kata Hendry.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, mengatakan pihaknya memusatkan kewaspadaan pada tiga aspek utama, yakni dampak abu vulkanik, keselamatan masyarakat pesisir dan nelayan, serta antisipasi tsunami dan kesiapan evakuasi.
Dinas Kesehatan juga menyiagakan masker medis, KN95, masker kain, oksigen konsentrator, dan ambulans untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan sekaligus memastikan nelayan dan masyarakat tidak beraktivitas di zona berbahaya.
Kabupaten Tanggamus
Kabupaten Tanggamus menjadi wilayah lain di Provinsi Lampung yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dinas Kesehatan Tanggamus turut memperkuat pelayanan dengan mengerahkan bidan desa, perawat, dan tenaga kesehatan ke sejumlah titik terdampak. Petugas juga membagikan masker serta menyiapkan obat-obatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sedikitnya 1.650 masker telah dibagikan kepada masyarakat di sejumlah pekon di wilayah kerja UPTD Puskesmas Martanda. Hujan abu dilaporkan mulai dirasakan warga sejak 5 September pagi. Abu vulkanik cukup tebal dan disertai gempa kecil yang terjadi berulang.
Sejumlah wilayah pesisir Tanggamus, di antaranya Pematang Sawa, Kelumbayan, dan Cukuh Balak, turut terdampak. Sejumlah wilayah terdampak berada di kawasan kerja UPTD Puskesmas Martanda, termasuk Pulung Bayang dan Cukupala di kawasan Pulau Tabuan.
Kabupaten Pandeglang
Badan Penangulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang mengklaim sebaran material abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau mulai merata ke seluruh kecamatan di sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.
"Walaupun intensitas ketebalannya di masing-masing daerah tidak sama karena tergantung arah angin," kata Kepala BPBP-PK, Riza Ahmad Kurniawan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten juga mengalihkan sementara aktivitas kegiatan belajar mengajar jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini berlaku selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (7 hingga 9 September 2026).


