Pasar Tradisional Jakarta Terdampak Demo, Biaya Logistik dan Harga Pangan Naik
Sebagian pedagang di Pasar Rumput, Jakarta Selatan mengaku membayar biaya logistik lebih tinggi selama sepekan terakhir akibat demonstrasi. Para pedagang menyebut kenaikan biaya tersebut terjadi karena meningkatnya risiko yang ditanggung penyedia jasa logistik.
Seorang pedagang sayur di Pasar Rumput yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, kenaikan biaya logistik turut dialihkan ke harga jual. Meski begitu, volume pangan yang dikirim ke pasar tetap tidak berubah.
Sementara itu, Pegawai Agen Telur “Berkah Telor”, Nur Ali (35), menyampaikan tidak ada perubahan operasi selama sepekan terakhir. Namun Ali mencatat volume penjualan meningkat pada akhir pekan dibanding hari biasa.
"Peningkatan penjualan memang biasa terjadi karena penghuni Rumah Susun Pasar Rumput umumnya berbelanja di pasar pada akhir pekan," kata Ali kepada Katadata.co.id, Senin (1/9).
Jaga Keselamatan dan Keamanan Pedagang Pasar
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengimbau pedagang pasar di Jakarta untuk berhenti berjualan pada akhir pekan lalu pada 30–31 Agustus 2025. Imbauan ini dilakukan guna menjaga keselamatan para pedagang.
Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan, menyampaikan sebagian pasar di Jakarta membatasi penjualan untuk menjaga pasokan karena distribusi pangan terganggu akibat demonstrasi.
"Pasar yang membatasi penjualan berada di dekat titik demonstrasi, seperti Pasar Senen. Kami sedang menindaklanjuti pembatasan tersebut, namun kami memahami situasi eskalasi demonstrasi hingga adanya penjarahan membuat pedagang terpaksa menutup toko," kata Reynaldi.
Reynaldi menegaskan, tidak semua pasar di Jakarta membatasi penjualan. Beberapa pasar yang menutup atau membatasi operasi berada di sekitar kawasan Kwitang dan Gedung DPR. Ia menekankan, pihaknya mendorong 153 pasar di Jakarta untuk tetap beroperasi normal agar gejolak ekonomi tidak menyatu dengan gejolak politik.
"Kegiatan jual-beli di pasar harus tetap berjalan dan distribusi pangan tidak boleh berhenti," ujarnya.
Demonstrasi pekan lalu berujung ricuh di sejumlah kota, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, dengan pembakaran dan penjarahan fasilitas umum maupun milik warga.
Di Jakarta, massa membakar dua unit bus polisi di eks gedung Mapolres Metro Jakarta Pusat pada Jumat (29/8) malam. Beberapa kelompok massa juga membakar halte Transjakarta Senen Toyota Rangga pada Jumat (28/8) malam.
Di Polres Metro Jakarta Timur, ratusan massa menyerang gedung sehingga puluhan kendaraan terbakar pada Sabtu (30/8) dini hari. Beberapa warga kemudian mencopot bangkai mobil dan membawanya dengan sepeda motor maupun gerobak.
