Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Diprediksi Terus Menguat

Mela Syaharani
6 Januari 2026, 17:41
harga emas
ANTARA FOTO/Reno Esnir/sgd/tom.
Karyawan menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Antam Setiabudi One, Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pergerakan harga emas tahun ini diperkirakan akan naik. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memprediksi tahun ini harganya dapat mencapai US$ 5.400 sampai US$ 5.700 per ons.

Hal ini didukung oleh berbagai faktor, seperti permintaan bank sentral, investor, institusi hingga bank. “Selain itu kondisi geopolitik yang meningkat juga diperkirakan mempercepat kenaikan harga emas,” kata Lukman saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (6/1).

Meski harga naik, menurut Lukman, produksi emas dunia tidak akan jauh berbeda jumlahnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2026 jumlah emas yang ada di dunia mencapai 5 ribu ton, berasal dari hasil penambangan 3.700 ton dan daur ulang emas 1.300 ton.

“Semua produksi emas akan terserap karena angka permintaannya masih lebih tinggi dari pasokan,” ujarnya.

Bank Raksasa asal Amerika Serikat Goldman Sachs beberapa waktu lalu memprediksi harga emas akan naik 14% menjadi US$ 4.900 per ons pada Desember 2026. Mereka memperkirakan adanya permintaan emas yang tinggi dari bank sentral sehingga bisa mengangkat harga komoditas safe haven ini.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot dunia hari ini berada di angka US$ 4.469,96 per ons. Harganya naik 0,5% dibandingkan sesi sebelumnya.

Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan ada dua hal yang memengaruhi pergerakan harga emas dunia pada awal tahun ini, yakni kondisi politik Amerika Serikat dan geopolitik global.

Januari 2026 diawali dengan penyerangan Ukraina ke rumah dinas Presiden Rusia, Vladimir Putin. Hal ini membuahkan serangan balasan dari Rusia ke wilayah Kherson di Ukraina yang menyebabkan kerusakan gedung-gedung.

Di sisi lain pasukan militer AS juga menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada sabtu (3/1). “Geopolitik memang benar-benar membuat harga emas kemungkinan meningkat signifikan,” kata Ibrahim.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...