Progres 97%, Revitalisasi ORF Muara Karang Perkuat Sistem Gas PGN
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat keandalan infrastruktur gas nasional melalui revitalisasi Onshore Regasification Facility (ORF) Muara Karang milik PT Nusantara Regas. Proyek yang telah mencapai progres 97% ini ditargetkan rampung pada Maret 2026 dan menjadi simpul penting dalam sistem penyaluran gas bumi untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
ORF Muara Karang berperan strategis dalam mendukung pasokan gas ke pusat aktivitas ekonomi nasional. Seiring meningkatnya kebutuhan energi di kawasan perkotaan, PGN memandang revitalisasi fasilitas ini sebagai langkah proaktif untuk menjaga keandalan, keamanan, dan keberlanjutan sistem distribusi gas.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta menegaskan, penguatan infrastruktur gas merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memastikan layanan energi yang andal, khususnya bagi wilayah dengan permintaan tinggi seperti Jakarta.
“Revitalisasi fasilitas di ORF Muara Karang dilakukan untuk menjaga keandalan dan keamanan sistem penyaluran gas bumi, terutama dalam mendukung penyaluran gas dari FSRU (Floating Storage Regasification Unit) yang dioperasikan Nusantara Regas, bagi berbagai sektor pelanggan,” ujar Hery.
Revitalisasi mencakup pekerjaan teknis pada Meter Regulating Station (MRS), antara lain overhaul valve, perbaikan dan pemeriksaan alat ukur, serta proses kalibrasi yang telah memperoleh pengesahan dari Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan. Penyempurnaan ini diharapkan meningkatkan efektivitas dan akurasi operasi MRS dalam menopang penyaluran gas dari FSRU.
“PGN terus memperkuat kesiapan infrastruktur untuk memastikan pengelolaan gas bumi yang berkelanjutan. Pembaruan fasilitas ini merupakan langkah penting agar sistem operasi selalu selaras dengan kebutuhan pasar dan standar keandalan,” tambah Hery.
Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari anak usaha PGN. Direktur Utama PT PGAS Solution (PGN Solution), Sabaruddin, menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan kualitas pekerjaan dan layanan infrastruktur energi yang andal melalui kolaborasi terintegrasi di lingkungan Subholding Gas Group.
“Revitalisasi ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor energi dan infrastruktur yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Tentunya, seluruh proses pekerjaan juga dilaksanakan dengan berlandaskan standar kesehatan dan keselamatan kerja yang telah ditetapkan,” lanjut Sabaruddin.
Ke depan, Subholding Gas Group menargetkan penguatan integrasi infrastruktur gas nasional untuk meningkatkan keandalan rantai pasok energi. Langkah ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong penyediaan energi yang efisien dan berkelanjutan bagi berbagai sektor.
