Pertamina Lubricants Fokus Pasar Domestik, Ekspor Baru 3% Penjualan
PT Pertamina Lubricants mengatakan hingga saat ini perusahaan belum melakukan ekspansi pasar ekspor. Anak usaha Pertamina (persero) ini telah memasarkan produknya di 16 negara.
“Kami tentu memiliki rencana penjajakan di semua pasar, namun saat ini kami sedang berfokus untuk pasar domestik,” kata Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi saat ditemui di Pertamina Lubricants Production Unit Jakarta, Rabu (12/8).
Dia menyebut perusahaan melihat potensi pasar domestik terkait pelumas masih banyak, sehingga berfokus untuk eksplorasi di cakupan tersebut. Pertamina menyebut porsi ekspor produk pelumas mereka sejumlah 11.000 kilo liter per tahun atau 3% dari total penjualan.
Berdasarkan paparan Pertamina, pasar ekspor pelumas yang pertama kali dijajaki Pertamina Lubricant adalah Korea Selatan pada 2007. Perluasan pasar ini juga dilakukan di Jepang, Australia, hingga Singapura. Ekspansi ekspor terakhir yang dilakukan perusahaan ini ke Tanzania di Benua Afrika pada 2024.
Manager Production Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants Dody Arief Aditya mengatakan Pertamina Lubricant memiliki tiga pabrik produksi. Pabrik terbesar berada di Jakarta dengan kapasitas 270 ribu kilo liter (KL) atau 270 juta liter per tahun untuk kapasitas pelumasnya.
Pabrik yang berada di Jakarta Utara ini disuplai bahan bakar oleh Kilang Pertamina Dumai dan Kilang Pertamina Balikpapan. Dua pabrik lainnya berada di Cilacap dengan kapasitas 80 ribu KL per tahun dan pabrik Gresik sebanyak 120 ribu KL per tahun.
Dody menyebut Pertamina Lubricant memiliki pabrik yang berada di luar negeri, tepatnya di Thailand. Lokasinya berada di Ayutthaya, yang jaraknya kurang lebih 3 jam dari Bangkok.
“Ini bukan pabrik baru, tapi kami akuisisi pada 2015 dari perusahaan lokal. Kapasitasnya kecil hanya 60 ribu KL per tahun,” ujarnya.
