Review dan Sinopsis Film Tarian Lengger Maut Bergenre Thriller

Image title
17 Mei 2021, 16:33
Film Tarian Lengger Maut
Istimewa
Film Tarian Lengger Maut

ZIGI – Della Dartyan dan Refal Hady disatukan dalam film berjudul Tarian Lengger Maut. Film dengan genre thriller horor garapan sutradara Yongki Ongestu bekerja sama dengan Aenigma Picture dan Visinema Pictures ini mulai tayang di momen Hari Raya Idul Fitri yakni 13 Mei 2021. 

Tarian Lengger Maut menceritakan misteri di Desa Pager Alas, di mana satu persatu warganya menghilang secara misterius. Kejadian ini bermula setelah desa tersebut kedatangan dokter Jati (Refal Hady), yang terobsesi dengan jantung manusia. 

Film ini juga memperlihatkan kisah dokter Jati yang jantungnya selalu berdegup kencang saat melihat Sukma (Della Dartyan), sang penari Lengger. Penasaran bagaimana cerita film Refal Hady dan Della Dartyan ini? Berikut review film Tarian Lengger Maut. Yuk disimak!

Sinopsis Tarian Lengger Maut

image
Photo : YouTube/Visinema Pictures

Film Tarian Lengger Maut mengangkat budaya Tarian Lengger asal Banyumas, Jawa Tengah. Diceritakan seorang penari lengger bernama Sukma membuat jantung dokter yang baru datang ke desanya bernama Jati berdegup kencang setiap melihatnya menari.

Spoiler Alert! Ternyata, dokter Jati merupakan pembunuh berdarah dingin yang terobsesi pada jantung manusia. Seiring dengan kedatangannya, keadaan semakin mencekam setelah sejumlah warga Desa Pagar Alas mulai hilang secara misterius satu persatu. 

Mereka pun percaya, satu-satunya cara untuk menghentikan malapetaka di desa mereka adalah dengan ritual Tarian Lengger. Sebagai calon penari Lengger, Sukma menjalani ritual demi mendapatkan anugerah Indang yang diyakini bisa melindungi sang penari Lengger. Bisakah Sukma melindungi desanya?

Review Tarian Lengger Maut

image
Photo : YouTube/Visinema Pictures

Sejak awal, film sudah dibuka dengan adegan yang intens dan juga mencekam. Fakta bahwa dokter Jati sebagai pembunuh juga sudah ditampilkan mulai dari adegan pertama. Penggarapan narasi thriller ternyata hanya untuk mengancam warga desa.

Walau demikian, para penonton ikut terbawa suasana karena efek suara mencekam yang memacu adrenalin. Selain itu, unsur thriller juga diperkuat dengan warna yang ditampilkan serta pengambilan gambar yang begitu dramatis.

Seperti ekspresi intens pemeran utama yang di close-up sehingga membuat penontonnya ikut terintimidasi. Bahkan tidak sedikit penonton yang menutup mata karena tidak sanggup untuk melihat tatapannya.

Tapi sayangnya, visual dan efek suara yang ditampilkan belum membuat penonton puas dengan misteri yang disembunyikan. Akhir cerita terkesan terburu-buru. Kisah cinta antara dokter Jati dan Sukma juga kurang dibahas mendalam.

Padahal dokter Jati sudah sejak awal menunjukkan ketertarikannya. Meski begitu, dari sisi akting, Refal Hady dan Della Dartyan terbilang sukses. Mereka berhasil keluar dari zona nyamannya yang selama ini kebanyakan memainkan film romantis.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...