7 Fakta Film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas
ZIGI – Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas menjadi salah satu film yang ikut meramaikan bioskop Tanah Air jelang berakhirnya tahun 2021. Industri perfilman yang mulai bangkit meski sempat terpuruk akibat pandemi jelas menjadi kabar yang menggembirakan.
Berbicara tentang film tersebut, kali ini Zigi.id telah merangkum sejumlah fakta tentang film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang diolah dari berbagai sumber. Fakta-fakta berikut ini juga menjadi beberapa alasan mengapa kamu harus menonton film karya sutradara Edwin tersebut.
So, langsung saja simak deretan fakta di balik film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas berikut ini. Scroll sampai bawah ya guys!
1. Dibintangi Aktor Kenamaan
Fakta pertama dari film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas adalah dibintangi aktor-aktor senior yang sudah tidak perlu lagi diragukan kemampuan aktingnya. Aktor yang bermain dalam film ini meliputi Marthino Lio (Ajo Kawir), Ladya Cheryl (Iteung), Reza Rahadian (Budi Baik), Ratu Felisha (Jelita), Lukman Sardi (Codet) dan masih banyak lagi.
Di balik layar, kualitas sutradara Edwin juga sudah terbukti mengingat ia telah mengarahkan film-film populer lainnya seperti Gie, Posesif, Aruna dan Lidahnya, dan Ali & Ratu-Ratu Queens. Menariknya, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas juga melibatkan sinematografer kondang asal Jepang, Akiko Ashizawa.
2. Debut Film Sal Priadi
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas menjadi debut akting bagi musikus Sal Priadi di dunia film layar lebar. Berperan sebagai Tokek, pelantun lagu Amin Paling Serius tersebut menjadi sahabat Ajo Kawir.
Sebelumnya, Sal Priadi pernah mengasah skill aktingnya lewat web series Imperfect The Series (2021) dan teater musikal Anugerah Terindah (2020). Selain itu, Sal turut berperan dalam film pendek dari lagunya sendiri yang berjudul Serta Mulia (2021).
3. Diangkat dari Sebuah Novel
Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas diangkat dari novel dengan judul sama karya penulis Eka Kurniawan. Novel ini merupakan novel ketiga Eka dan masuk dalam kategori karya sastra paling populer di Tanah Air sejak terbit tahun 2014.
Novel lain yang pernah diterbitkan Eka Kurniawan meliputi Cantik Itu Luka (2002), Lelaki Harimau (2004), O (2016). Alumni Universitas Gadjah Mada ini juga pernah menerbitkan kumpulan cerpen seperti Corat-coret di Toilet (2000), Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya (2005), Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (2015) dan lain-lain.
4. Setting Waktu Tahun 1980-an
Jika kamu menonton Seperti Dendam, latar Rindu Harus Dibayar Tuntas nuansa tahun 1980-an akan sangat terasa dalam film ini. Pasalnya, dialog setiap pemain menggunakan bahasa baku yang masih lazim digunakan pada masanya.
Fashion yang dikenakan, suasana jalanan dan alat komunikasi dibuat sedemikian mirip dengan masa tahun 1980-an. Selain itu, fenomena gerhana matahari dan maraknya petrus (penembak misterius) juga ditonjolkan dalam film Seperti Dendam, latar Rindu Harus Dibayar Tuntas.
5. Tembus Pasar Internasional
Fakta selanjutnya tentang Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas bisa menjadi alasan kenapa kamu harus menonton film ini. Pasalnya, film berdurasi 114 menit ini sudah tembus pasar internasional dengan tayang perdana dan berkompetisi dalam Concorso internazionale di ajang Locarno International Film Festival pada Agustus 2021.
Di festival bergengsi itu pula, film ini mendapatkan penghargaan Golden Leopard. Oleh sebab itu, Edwin sukses menjadi sutradara Indonesia pertama yang berhasil meraih penghargaan tersebut.
Film Seperti Dendam, juga masuk dalam seleksi resmi Contemporary World Cinema Festival Film Internasional Toronto (September 2021), serta tayang di Busan International Film Festival (BIFF) di Korea Selatan (2021).
6. Angkat Isu Sensitif
Sebagaimana novelnya, film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas mengangkat isu-isu sensitif di masyarakat. Film ini bercerita tentang Ajo Kawir (Marthino Lio), seorang pemuda yang ditakdirkan mpoten.
Dia kemudian menikah dengan Iteung (Ladya Cheryl) yang rela menerima sang suami apa adanya meski sebagai lelaki yang jago berkelahi, “burung” Ajo Kawir tidak bisa berdiri. Dalam keadaan inilah, Budi Baik (Reza Rahadian) muncul sebagai laki-laki yang menyombongkan masculinity mulai dari kuasa seksualitas, kemapanan, dan kekuasaan. Lewat film inilah problem seperti toxic masculinity, hingga kekerasan seksual diangkat.
7. Masuk Kategori Film Dewasa
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas termasuk dalam kategori film dewasa sehingga tidak direkomendasikan untuk penonton di bawah 18 tahun. Sebab film ini menampilkan adegan-adegan cukup berani dalam menggambarkan sisi seksual.
Itu dia beberapa fakta tentang film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Biar enggak makin penasaran, buruan tonton filmnya ya guys. Jangan yang bajakan!
