Tere Liye Murka Soal Pembajakan Buku, Raditya Dika Ikut Kecewa

Image title
27 Mei 2021, 15:23
Tere Liye dan Raditya Dika
Istimewa
Tere Liye dan Raditya Dika

ZIGI – Penulis novel terkenal Tere Liye menuai pro kontra atas ucapannya melalui media sosial terkait pembajakan buku yang masih marak terjadi. Pandangan Tere Liye itu ditanggapi sejumlah penulis, salah satunya datang dari penulis yang tak kalah populer, Raditya Dika.

Radit, begitu sapaannya juga ikut mengaku kecewa jika karyanya dijiplak. Ayah dua orang anak itu juga meninggalkan pesan untuk para penulis. Seperti apa tanggapan Raditya Dika terhadap keluh kesah Tere Liye soal pembajakan buku? Yuk simak terus ulasannya di bawah ini sampai habis ya.

Kegeraman Tere Liye

image
Photo : Instagram/@tereliyewriter

Melalui akun media sosialnya, Tere Liye yang buku-bukunya sering best seller ini murka terhadap pembajakan buku. Tanpa ampun, ia mengutuk pembajak buku termasuk pembacanya dengan kata-kata kasar.

"Kalian dungu sekali kalau sampai membelinya (buku bajakan-red). Kalian membuat kaya penjual buku bajakan. Jika kalian tidak punya uang, PINJAM bukunya ke teman, perpus, dll. Atau baca di ipusnas (aplikasi online Perpustakaan Indonesia). GRATIS. Jangan malah mensupport tukang bajak. "Paham di mana gobloknya kalian? Ada yang gratis, eh malah beli bajakan. Buku bajakan itu sepeser pun tidak bayar pajak, royalti, dll," tulis Tere Liye di Facebooknya, dikutip Zigi.id, Kamis, 27 Mei 2021.

Komentar Raditya Dika

image
Photo : Instagram/@raditya_dika

Kemarahan Tere Liye dengan bahasa kasar soal pembajakan buku ini memancing keributan warganet. Salah satunya yang ikut memberikan respon adalah influencer multitalenta Raditya Dika. Dia mengaku memahami apa yang dirasakan oleh Tere Liye dan sudah sepatutnya pembajakan buku ditindak.

"Gue memahami orang mungkin ribut soal bahasa yang dipake Tere Liye ketika marah-marah ngomongin pembajakan. Tapi gue juga paham gimana perasaan seorang penulis ketika tahu bukunya secara aktif dibajak," tulis Raditya Dika, dikutip Zigi.id dari Instagram Stories @raditya_dika, Kamis 27 Mei 2021.

"Betapa sedih, kesal, dan kecewa karena seakan kita emang enggak bisa ngapa-ngapain. Pembaca masih mau membeli buku bajakan (demand). Pemerintah juga enggak aktif memerangai (supply)," sambungnya.

Dika yang buku-bukunya juga sering best seller tersebut, kemudian menceritakan betapa sulitnya menjadi seorang penulis. Butuh proses panjang untuk menghasilkan suatu karya sehingga tidak seharusnya dicuri (dibajak). Terlebih pendapatan yang dihasilkan dari satu buku juga terbilang sedikit.

"Dulu waktu gue masih jadi penulis, setahun sekali tur keliling toko buku seluruh Indonesia buat sesi TTD *tanda tangan (gratis). Sempet beberapa kali ada orang yang ngantri dan ternyata bawa buku bajakan dari luar toko, gue enggak tanda tangan, langsung minta penerbit tindaklanjuti. Tiap ketemu pembaca yang bawa buku bajakan dan minta gue TTD *tanda tangan (di toko buku resmi) rasanya patah hati banget. Sedih gimana gitu. Nulis buku prosesnya lama, untuk gue bisa setahun lebih. Kami penulis cuma dapat sedikit banget dari harga buku, belum pajaknya," kenang Raditya Dika.

Pesan Raditya Dika untuk Penulis


Source: twitter.com

Tidak hanya mengkritik soal alur pembajakan buku yang melibatkan pembajak dan pembaca, Raditya Dika dalam hal ini juga memberi saran kepada penulis. Berdasarkan pengalamannya, sebagai penulis yang saat ini hidup di era digital, suatu karya bisa menghasilkan uang lewat berbagai cara tidak harus bergantung pada royalti.

"Btw untuk penulis sendiri, internet membuka banyak cara untuk monetisasi karya2 kita. Gue kemarin bikin di Spotify ngomongin soal ini. Internet membuat semua orang bisa jadi media yang berdiri sendiri. Penulis bisa mencari cara lain di luar ‘jualan buku’ supaya penghasilan bisa bertambah. Mulai berpikir dalam konteks menambah ‘aliran penghasilan’. Bukan hanya melulu dari royalti buku saja," tandas Raditya Dika.

Nah, buat kamu yang ngefans sama Tere Liye, Raditya Dika dan penulis-penulis lainnya, yuk bersama-sama stop pembajakan buku. Semua bisa dimulai dari diri kita masing-masing.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...