Transaksi Produk Organik Indonesia Capai US$6 juta di Biofach 2024
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan Indonesia berhasil membukukan transaksi produk organik sebesar 6,02 juta dolar AS pada Pameran Biofach Jerman. Biofach merupakan pameran produk organik terbesar kedua di dunia.
"Capaian transaksi pada Biofach 2024 itu masih akan bertambah, mengingat terdapat kontrak dagang yang masih ditidaklanjuti. Biofach digadang-gadang menjadi pintu gerbang produk-produk Indonesia untuk merambah dan mengekspansi pasar organik global," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi di Jakarta, Jumat (1/3).
Didi mengatakan peluang ekspor di pasar organik tersebut menjadi ajang memperkuat posisi pasar Indonesia sebagai penghasil produk organik berkualitas. Indonesia telah tujuh kali berpartisipasi dalam Pameran Biofach di Jerman.
Biofach 2024 diselenggarakan pada 13-16 Februari 2024 di Nuremberg Exhibition Centre, Nuremberg, Jerman. Untuk gelaran kali ini, Paviliun Indonesia menempati lokasi strategis di antara dua pintu masuk arena Pameran Biofach dengan area seluas 84 meter persegi di Aula 3A-310.
Partisipasi Paviliun Indonesia pada Biofach merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg, dan Import Promotion Desk (IPD) Jerman.
Paviliun Indonesia memfasilitasi 11 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang menampilkan produk unggulan pangan organik seperti rempah-rempah, kacang olahan, buah kering, olahan kelapa, pemanis, cuka, bumbu masakan, vanila, dan teh.
“Kami menilai, 11 perusahaan yang tampil di Biofach ini memiliki kemampuan mumpuni untuk memasok pangan-pangan organik ke pasar internasional," kata Didi.
Biofach 2024 diikuti 2.550 perusahaan dari 94 negara dan dikunjungi 35.000 buyer dari 128 negara. Selain Eropa, peserta dan pengunjung Pameran Biofach datang dari berbagai wilayah seperti Amerika Serikat, Asia, Afrika, Australia, dan Timur Tengah.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer (PEPP) Miftah Farid menjelaskan, pada 2023, permintaan produk organik di seluruh dunia tercatat 231,52 miliar dolar AS. Permintaan produk ini diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 13,9 persen per tahun pada 2024–2030. Saat ini, konsumen organik global terbesar berpusat di Eropa dan Amerika Utara.
Ia mengatakan bahwa segmen pasar yang dibidik terutama adalah sektor olahan pertanian seperti rempah-rempah, kopi, gula kelapa, dan beras organik. “Merebaknya pola hidup vegan menjadi stimulus utama pendorong pertumbuhan pasar organik global dengan kisaran 15-17 persen,” kata dia.
Sekadar informasi, Biofach diprakarsai oleh Hagen Sunder, Hubert Rottner, dan Jurgen Ries pada 1990 di Ludwigshafen Stadthalle. Gelaran perdana Biofach diikuti 197 eksibitor dan berhasil menarik minat sebanyak 2.500 pengunjung.
Selanjutnya pada 1999, penyelenggaraan Biofach berpindah lokasi ke Nuremberg. Relokasi ini sekaligus memisahkan antara pameran makanan organik dengan ekspo produk-produk kosmetik dan perawatan diri (personal care)organik di bawah jenama Vivaness. Setiap tahun, Biofach dan Vivaness digelar secara sinergis di Nuremberg Exhibition Centre.
