Qatar Investasi di Proyek 3 Juta Rumah, Bangun Apartemen Kelas Menengah Bawah

Andi M. Arief
21 Januari 2025, 14:50
Qatar, program 3 juta rumah, rumah, apartemen
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/aww.
Ilustrasi.

Ringkasan

  • Apartemen hasil investasi Qatar ditujukan untuk masyarakat kelas menengah bawah, dengan dukungan penyaluran KPR dari bank BUMN.
  • Lokasi pembangunan apartemen berada di bekas Komplek Anggota DPR Kalibata, Jakarta, dengan konsep hunian berbasis transportasi (TOD).
  • Pemerintah memprioritaskan penjualan apartemen untuk ASN usia produktif, dengan harga jual terjangkau antara Rp 300-500 juta per unit.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan apartemen hasil investasi sektor swasta asal Qatar akan ditujukan bagi masyarakat kelas menengah bawah. Menurutnya, bank milik negara akan mendukung investasi tersebut dalam bentuk penyaluran Kredit Pemilikan Apartemen. 

Investor swasta asal Qatar telah berkomitmen untuk memabngun 1 juta unit di wilayah perkotaan. Erick mengatakan lokasi pembangunan apartemen tersebut adalah bekas Komplek Anggota DPR di Kalibata, DKI Jakarta seluas 24 hektare.

"Kami sudah melakukan pembicaraan awal terkait dukungan BUMN dalam investasi tersebut. Kami yang pasti akan mendukung penjualan melalui penyaluran KPR, karena target pasar apartemen tersebut adalah masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah," kata Erick di kantornya, Selasa (21/1).

Erick tidak mengkonfirmasi apakah BUMN Karya akan berkontribusi dalam proyek investasi asing tersebut. Namun, ia memastikan apartemen yang dibangun oleh BUMN akan mengadopsi konsep pengembangan berorientasi transportasi atau TOD.

Jarak antara pintu masuk Komplek DPR di Kalibata dan Stasiun Kereta Commuter Duren Kalibata mencapai 1 kilometer.  Institute for Transportation and Development Policy mendefinisikan hunian TOD memiliki jarak antara 500 sampai 1.000 meter antara stasiun angkutan umum dan hunian.

Anggota Satuan Tugas Perumahan Bonny Z Minang mengaku pihaknya sedang mengatur harga jual properti hasil investor swasta asal Qatar tersebut. Namun, Bonny mengatakan harga jual apartemen tersebut terjangkau atau antara Rp 300 sampai Rp 500 juta per unit.

Bonny menyampaikan aparatur sipil negara akan menjadi kelompok yang diprioritaskan untuk menjadi konsumen apartemen tersebut. Secara rinci, ASN yang dimaksud berusia antara 25 sampai 35 tahun atau pada usia produktif.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo berencana menjadikan seluruh stasiun kereta api di kota besar sebagai lokasi pembangunan rusun bagi investor. Mayoritas investasi perumahan di kawasan perkotaan akan menggunakan desain pengembangan berbasis transportasi atau TOD.

Hashim menekankan, investasi tersebut tidak akan diberikan secara gratis ke masyarakat, lantaran rumah tersebut harus menghasilkan imbal investasi. Walau demikian, Hashim mengatakan pemerintah tetap berencana memberikan rumah gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

"Kalau program rumah di pedesaan, cicilan pemilikan rumah akan dijamin pemerintah. Program itu berbeda dengan investasi asing," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...