Ini Penyebab Kemacetan Pelabuhan Tanjung Priok

Mela Syaharani
23 April 2025, 18:50
kemacetan, tanjung priok, kemenhub
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). Pihak PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok mengatakan kemacetan panjang tersebut akibat meningkatnya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok yang rata-rata perharinya sebanyak 2.500 truk namun pada Kamis (17/4) mencapai 4.000 truk yang menuju NPCT 1.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Perhubungan mengungkapkan kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada pekan lalu disebabkan karena kelebihan kapasitas. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut ada batas kapasitas yang dilanggar oleh pengelola terminal di pelabuhan tersebut.

“Kapasitasnya itu kalau tidak salah sekitar 65%, pada saat kejadian itu kapasitas sudah lebih dari batas di salah satu terminal pada Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Dudy saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (23/4).

Selain itu, Dudy juga membantah bahwa kemacetan tersebut disebabkan oleh aturan pembatasan kendaraan yang diterapkan pemerintah pada masa angkutan Lebaran 2025. Menurutnya, dengan rentang pembatasan yang berakhir pada 8 April dan kejadian kemacetan yang terjadi pada 17 April membuat kebijakan pembatasan bukanlah penyebabnya.

“Ketika kami melakukan pengecekan di lapangan, tidak di seluruh terminal pelabuhan yang terjadi, itu hanya salah satu terminal. Sehingga kami melihat bahwa itu bukan merupakan efek pembatasan,” jelasnya.

Dudy menyampaikan pemerintah menyerahkan sepenuhnya penindakan terkait kemacetan ini kepada PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, yang merupakan pemilik konsesi di Pelabuhan Tanjung Priok. 

Kendati demikian, Dudy berharap hal serupa tidak terjadi lagi di waktu mendatang. “Kami minta jika sudah melampaui kapasitas maka pelabuhan tidak boleh dipaksakan sehingga tidak terjadi penumpukan,” ucapnya.

Respon Pelindo

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan perusahaan telah mengambil sejumlah langkah untuk bisa mengatasi kemacetan yang terjadi pada pekan lalu. Arif memastikan kemacetan tidak disebabkan oleh persoalan teknis. 

“Kami sampaikan tidak ada permasalahan dengan sistem yang ada pada terminal,” ujar Arif dalam penjelasan resmi yang diterima Katadata.co.id Jumat (18/4). 

Menurut Arif, sebagai langkah antisipatif elindo telah menghentikan sementara operasi kapal sehingga terminal fokus melayani operasional lapangan. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat proses bongkar muat kendaraan yang sudah mengantre.

Arif menjelaskan penyebab utama kemacetan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok adalah meningkatnya jumlah kendaraan yang akan mengambil dan mengirim peti kemas khususnya ke terminal NPCT1. Pada situasi normal  jumlah kendaraan yang beroperasi biasanya hanya 2500. Namun saat ini meningkat menjadi sekitar lebih dari 4000. 

Lebih jauh ia mengatakan Pelindo juga telah menyiapkan rencana cadangan bila kemacetan belum terurai. Jika di terminal NPCT1 masih penuh maka diputuskan untuk digeser ke terminal lain.  “Sejak kemarin kami pantau dan tadi pagi arus sudah mulai lancar,” ujar Arif lagi. 

Selain menghentikan sementara operasional kapal, Arif mengatakan untuk sementara Pelindo juga membatasi jumlah kontainer yang akan masuk dan keluar. Pembatasan akan diberlakukan sampai situasi normal kembali.  

Terjadi peningkatan arus barang peti kemas yang akan melakukan kegiatan receiving delivery petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, hal ini bersamaan dengan selesainya masa arus mudik lebaran.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...