Lotte Chemical Mulai Produksi Pabrik Petrokimia di Cilegon pada Semester II 2025

Sorta Tobing
16 Mei 2025, 14:47
Logo Lotte Chemical di Seoul, Korea Selatan.
REUTERS/Kim Hong-Ji
Logo Lotte Chemical di Seoul, Korea Selatan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perusahaan asal Korea Selatan, Lotte Chemical, berencana memulai operasi pabrik cracker barunya di Indonesia pada paruh kedua 2025. Pabrik ini akan memproduksi 1 juta metrik ton etilena per tahun dan berlokasi di Cilegon, Banten.

Proyek bernilai US$ 3,95 miliar atau sekitar Rp 65 triliun ini, menurut laporan Reuters, Jumat (16/5), beroperasi di tengah perusahaan petrokimia di seluruh dunia menghadapi margin yang rendah. Kondisi ini terjadi karena terjadi kelebihan pasokan dari Tiongkok. 

Untuk mengurangi beban keuangannya, Lotte Chemical telah mengurangi kepemilikannya di proyek tersebut menjadi 24% dari 49% pada awal tahun ini. Perusahaan menjual setengah sahamnya kepada konsorsium lima perusahaan pembiayaan Korea Selatan. 

Kepada Reuters, Wakil Presiden Eksekutif Lotte Chemical Titan (LCT) Phillip Kong mengatakan perusahaan masih memiliki 51% saham Lotte Chemical Indonesia.

Di Malaysia, LCT telah menutup salah satu kilang minyaknya sejak pertengahan Desember 2025. Perusahaan mengoperasikan hanya sekitar 45%-50% dari kapasitas pabrik. Bahkan tersiar kabar, perusahaan berencana menjual asetnya. 

"Industri petrokimia sekarang sedang mengalami tren konsolidasi, merger, dan akuisisi. Jadi kami sedang menjajaki semua sudut untuk meningkatkan nilai pemegang saham," kata Kong. 

Pabrik etilena cracker merupakan fasilitas industri yang memproses etana menjadi etilena. Hasil akhir ini biasanya dipakai untuk berbagai produk kimia dan bahan baku plastik.  

Danantara Terlibat dalam Proyek Pabrik Petrokimia Lotte Chemical

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk ikut serta dalam proyek pabrik petrokimia yang tengah dibangun oleh Lotte Chemical di Kota Cilegon, Banten. Pabrik ini rencananya akan diresmikan pada September atau Oktober 2025.

Keputusan tersebut merupakan salah satu hasil pertemuan antara Prabowo dan Presiden Lotte Chemical Corporation, Young Jun Lee, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (28/4). Lotte Chemical Corporation adalah salah satu dari 19 perusahaan Korea Selatan yang tergabung dalam Federation of Korean Industries (FKI) yang bertemu dengan Prabowo di Istana pada tanggal tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan keputusan tersebut berawal dari inisiatif Lotte Chemical yang menawarkan agar pemerintah Indonesia ikut memiliki saham atau berinvestasi di proyek pabrik petrokimia. “Pabrik Lotte Chemical akan diresmikan di bulan September-Oktober nanti, dan ini salah satu program pabrik petrokimia besar,” ujar Airlangga.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...