Profil Bobby Rasyidin, Dirut KAI yang Baru Pengganti Didiek Hartyanto
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami perombakan jajaran direksi dan komisaris. Salah satunya adalah pergantian Direktur Utama dari Didiek Hartyanto menjadi Bobby Rasyidin.
Perubahan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danantara Asset Management selaku Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia Nomor SK-224/MBU/08/2025 dan SK.039/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Agustus 2025.
“Kami menyambut baik kehadiran jajaran komisaris dan direksi yang baru akan memperkuat langkah KAI dalam menghadirkan layanan terbaik dan berkontribusi bagi kemajuan perkeretaapian nasional,” kata EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam siaran pers, dikutip Rabu (14/8).
Profil Bobby Rasyidin
Dilansir dari laman perusahaan LEN, Bobby memiliki latar belakang pendidikan di bidang telekomunikasi. Dia merupakan lulusan sarjana Teknik Telekomunikasi di ITB pada 1996, lalu melanjutkan pendidikannya untuk gelar Master of Psychology Management di Naperville, Amerika Serikat pada 1999.
Tahun berikutnya, pria yang saat ini berdomisili di Jakarta tersebut meraih gelar MBA di UNSW Sydney pada 2000.
Berdasarkan akun linkedinnya, pekerjaan pertama yang dituliskan Bobby adalah menjadi Manajer Departemen di PT Fujitsu Indonesia. Dia mulai bekerja di perusahaan teknologi berbasis Jepang tersebut pada Juli 2006 hingga Juli 2007.
Pria kelahiran 1974 ini meneruskan karirnya sebagai Account Director Alcatel-Lucent pada periode Agustus 2007 sampai Agustus 2012. Dia kemudian menduduki posisi Direktur Utama PT Alcatel Lucent Indonesia pada 2012-2015.
Bobby merupakan profesional muda asal Indonesia pertama yang dipercaya untuk menduduki kursi direktur utama di Alcatel, vendor jaringan solusi telekomunikasi terbesar dunia asal Prancis.
Pada 2016, Bobby kemudian diberi amanat menjadi Direktur Utama PT Teknologi Riset Global Investama (TRG). TRG memiliki anak perusahaan bernama PT Akses Prima Indonesia, sebuah perusahaan penyedia layanan jaringan infrastruktur Telekomunikasi berbasis kabel serat optik serta infrastruktur lainnya terkait dengan Information Communication and Telecommunication (ICT).
Bobby pada 2016-2021 juga menjadi Komisaris Utama di PT Akses Prima Indonesia. Tidak hanya itu, dalam periode yang sama Bobby juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia pada 2016-2019, Komisaris Utama PT Indonesian Cloud 2019-2021, Komisaris Utama PT Akses Prima Indonesia periode 2016-2021, dan Komisaris Independen PT GMF Aero Asia Tbk. sejak Juni 2020.
Jejak karirnya di BUMN bermula saat dirinya diangkat sebagai Direktur Utama PT Len Industri (Persero) periode 2021-2025. Setelah empat tahun menjabat, Bobby kemudian ditugaskan menjadi Komisaris di PT Len Industri (Persero).
Hal ini berdasarkan surat keputusan Menteri BUMN NOMOR SK-39/MBU/02/2025 tanggal 21 Februari 2025.
Berikut susunan Direksi dan Komisaris KAI yang Baru
Direksi
- Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama
- Dody Budiawan sebagai Wakil Direktur Utama
- I Gede Darmayusa sebagai Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi
- Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko
- Atih Nurhayati sebagai Direktur SDM dan Kelembagaan
- Rafli Yandra sebagai Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha
- Indarto Pamoengkas sebagai Direktur Keuangan dan Umum
Komisaris
- Purnomo Sucipto sebagai Komisaris
- I Wayan Sugiri sebagai Komisaris
- Arnanto sebagai Komisaris Independen
- Raizal Arifin sebagai Komisaris Independen
