Investasi Asing ke RI Susut Lagi di Kuartal III 2025, Sektor Apa yang Terdampak?

Andi M. Arief
17 Oktober 2025, 10:02
investasi asing, bkpm, kementerian investasi
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.
Ilustrasi realisasi investasi asing.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Investasi mencatat nilai investasi asing kembali terkontraksi atau susut hampir 9% secara tahunan menjadi Rp 212 triliun. Total investasi asing pada sembilan bulan pertama tahun ini tercatat lebih rendah Rp 9,8 triliun dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 644.6 triliun.

Asal negara investor asing pada Januari-September 2025 telah berubah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Amerika Serikat yang menduduki peringkat keempat pada Januari-September 2024 senilai US$ 2,82 miliar kini digantikan oleh Jepang. Nilai investasi Negeri Sakura mencapai US$  2,3 miliar.

Berdasarkan rilis Kementerian Investasi hari ini, Jumat (17/10), tiga dari empat negara asal investasi asing mencatatkan penurunan nilai investasi secara tahunan Pada Januari-September 2025, yakni Singapura, Cina, dan Malaysia. Investasi asal Singapura tercatat memiliki penyusutan terbesar atau 12,2% menjadi US$ 12,6 milair, namun Negeri Singa masih menduduki peringkat pertama.

Investor asal Hong Kong masih menunjukkan minat yang tinggi lantaran investasi asing dari kawasan tersebut tercatat tumbuh 20,46% dari Januari-September 2024 senilai US$ 6,06 miliar menjadi US$ 7,3 miliar.

Secara daerah, lima provinsi dengan serapan investasi asing terbesar tidak berubah dari tahun lalu,  yakni Jawa Barat, Sulawesi Tengah, DKI Jakarta, Maluku Utara, dan Banten. Namun dana asing yang tertanam di seluruh provinsi tersebut susut secara tahunan. Penurunan paling besar terjadi di Banten atau hingga 28,13% menjadi US$ 2,3 miliar.

Berdasarkan sektor, ada perubahan minat investor asing pada Januari-September 2029 lantaran industri kertas dan percetakan keluar dari lima sektor terbesar dengan investasi asing. Industri tersebut tergeser oleh industri jasa lainya yang berkontribusi 8,4% dari total investasi asing atau senilai US$ 3,4 miliar.

Sebanyak tiga dari lima sektor favorit pada Januari-September 2024 mengalami penurunan nilai investasi asing pada sembilan bulan pertama tahun ini, yakni industri transportasi, gudang, dan telekomunikasi susut 37,03% menjadi US$  2,5  miliar, industri pertambangan turun 9,33% menjadi US$ 3,5 miliar, dan industri kimia dan farmasi susut 19,25% menjadi US$ 2,6 miliar.

Kementerian Investasi mendata minat investor asing di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya masih tumbuh, yakni sebesar 6,09% dari Januari-September 2024 senilai US$ 10,18 milair menjadi US$ 10,8 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...