Satgas: 20 dari 22 Pabrik di Cikande Sudah Bebas Kontaminasi Cesium-137

Mela Syaharani
17 Oktober 2025, 16:50
Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/foc.
Tim gabungan Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup bersama Polri dan TNI mencabut papan peringatan radiasi di salah satu pabrik yang telah didekontaminasi dari radiasi Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (8/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137 dan Masyarakat Beresiko Terdampak Bara Krishna Hasibuan mengatakan mayoritas pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten yang sebelumnya dinyatakan terkontaminasi Cesium-137, kini sudah aman dari paparan bahaya radiasi. 

“Dari total 22 pabrik, sebanyak 20 pabrik telah selesai dilakukan dekontaminasi dan dinyatakan clear and clean, sedangkan 2 pabrik masih dilakukan dekontaminasi dan diharapkan akan segera selesai,” kata Bara dalam siaran pers, Jumat (17/10).

Ia menyebut 2 dari 13 area terkontaminasi berupa lapak besi dan junkyard juga telah dinyatakan clear and clean. Sedangkan area terkontaminasi lainnya masih dalam proses intensif pemberishan yang diharapkan selesai dalam waktu secepatnya. 

"Progres dekontaminasi berjalan cepat. Kami optimistis seluruh area akan bersih dan aman dalam waktu dekat,” ujarnya.

Satgas, melalui Bidang Penegakan Hukum, juga akan melepas garis PPLH (Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup) pada satu pabrik, yaitu PT. Jongka Indonesia, dan satu area terkontaminasi di lapak besi bekas di Kampung Sadang. Keduanya telah dinyatakan clear and clean. Hal serupa juga akan dilakukan pada pabrik dan area terkontaminasi lainnya. 

Bara memastikan situasi kontaminasi Cs-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten, berada dalam penanganan intensif dan terkendali. S atgas kini bekerja penuh dan terkoordinasi untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasa tidak sehat, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

"Keselamatan dan kesehatan pekerja dan warga adalah prioritas utama. Kami tidak akan berhenti sampai situasi benar-benar normal kembali,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...