Charoen Pokphand Bantah Punya Pabrik di Area Kontaminasi Cesium-137

Mela Syaharani
13 November 2025, 19:35
Logo Charoen Pokphand di Jakarta (28/5/2015)
Arief Kamaludin | Katadata
Logo Charoen Pokphand di Jakarta (28/5/2015)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Perindustrian atau Kemenperin mendata ada 24 perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande atau KIMC yang terkena kontaminasi radioaktif zat Cesium-137. Salah satu pabrik yang disebut terkontaminasi adalah PT Charoen Pokphand Indonesia.

Menanggapi hal ini, Charoen Pokphand Indonesia mengatakan bahwa mereka tidak memiliki fasilitas produksi di sana. 

“Perseroan dan/ atau entitas anaknya tidak memiliki fasilitas produksi di kawasan industri modern Cikande, yang termasuk di dalam 22 industri yang terdampak atas proses dekontaminasi radioaktif,” kata Corporate Secretary Charoen Pokphand Indonesia Tbk Hadijanto Kartika dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (13/11).

Meski ada 24 pabrik yang terdampak, namun pemerintah menekankan proses dekontaminasi pada seluruh perusahaan tersebut telah rampung pada bulan lalu.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin Setia Diarta sebelumnya menunjukkan dari daftar tersebut lima pabrik memproduksi barang sehari-hari, seperti makanan beku, makanan olahan, sepatu, dan tabung gas LPG. Setia mencatat 22 dari 24 pabrik yang terkena kontaminasi tersebut telah selesai melalui proses dekontaminasi pada akhir bulan lalu.

"Namun harusnya proses dekontaminasi pada seluruh pabrik yang terkena kontaminasi Cesium-137 di Cikande sudah rampung bulan lalu," kata Setia di Gedung DPR, Senin (10/11). 

Setia memaparkan ada tiga industri pangan olahan yang memiliki radiasi Cesium-137 dengan laju dosis 1,6 sampai 152 microSievert per jam. Adapun ketiga pabrik tersebut adalah PT Bahari Makmur Sejahtera, PT Kanemory, dan PT. Charoen Pokphand Indonesia, Food Division - Cikande 1. 

Sementara itu, Badan Pengawas Tenaga Nuklir mencatat cemaran dengan dosisi sekitar 1 microSievert per jam dalam PT Nikomas Gemilang pada 21 Agustus 2025. Untuk diketahui, Nikomas memproduksi alas kaki untuk beberapa merek internasional, seperti Nike, Adidas, Puma, Asics, dan New Balance. 

Terakhir, Bapeten menemukan cemaran radioaktif Thorium-232 di PT Asa Bintang Pratama akhir Agustus. Adapun Asa Bintang merupakan salah satu pabrik yang memasok tabung gas LPG untuk PT Pertamina.

Setia menunjukkan setidaknya ada tiga titik di KIMC dengan dosis radioaktif yang tinggi, yakni Lahan kosong di jalan Kampung Sadang hingga 10.000 mikro Sievert per jam, belakang PT Vita Prodana Mandiri hingga 1.000 microSievert per jam, dan PT Peter Metal Technology sekitar 700 microSievert per jam.

Walau demikian, Setia meyakini cemaran yang ditemukan dalam perusahaan yang memproduksi barang yang langsung dinikmati konsumen aman dikonsumsi. Berikut 24 pabrik yang terkontaminasi zat radioaktif pada akhir Agustus 2025: 

  1. PT Bahari Makmur Sejati 
  2. PT Nikomas Gemilang
  3. PT Citra Baru Steel
  4. PT Valero Metals Jaya
  5. PT Universal Eco Pacific
  6. PT Sinta Baja Jaya
  7. PT Crown Steel
  8. PT Sentosa Harmony Steel
  9. PT Vita Prodana Mandiri
  10. PT Kanemory
  11. PT Charoen Pokphand Indonesia
  12. PT Peter Metal Technology
  13. PT Growth Nusantara Industry
  14. PT Asa Bintang Pratama
  15. PT Cahaya Logam Cipta Murni
  16. PT Ediral Tritunggal Perkasa
  17. PT Ever Loyal Copper
  18. PT Hightech Grand Indonesia
  19. PT Jongka Indonesia
  20. PT Kabatama Raya
  21. PT New Asia Pacific Copper Indonesia
  22. PT O.M. Indonesia
  23. PT Zhongtian Metal Indonesia
  24. PT Luckione Environment Science Indonesia

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...