Malaysia Buka Peluang Investasi Semikonduktor di Indonesia

Mela Syaharani
3 Februari 2026, 15:32
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato pembukaan pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). IES 2026 yang diselenggarakan 3-4 Februari 2026 tersebut merupakan wadah strategis bagi mitra
ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato pembukaan pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). IES 2026 yang diselenggarakan 3-4 Februari 2026 tersebut merupakan wadah strategis bagi mitra global untuk memperoleh pemahaman terkini mengenai arah kebijakan ekonomi dan prioritas pembangunan Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Negara bagian Malaysia, Sarawak, membuka peluang investasi di sektor semikonduktor di Indonesia. Meski masih tergolong baru di dunia semikonduktor, Sarawak telah memiliki fasilitas pendidikan khusus, serta pengembangan AI power chip. 

“Kami harus bisa memulai berinvestasi, seperti untuk fasilitas riset kelas dunia dengan tenaga kerja ahli berkelas dunia,” kata Perdana Menteri Sarawak, Abang Johari Openg dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Jakarta Selasa (3/2).

Semikonduktor merupakan bahan yang diperlukan untuk membuat chip komputer, komponen dalam perangkat elektronik modern. Semikonduktor merupakan salah satu hasil hilirisasi pasir silika.

Johari mengatakan ekonomi 2030 bergerak ke arah ekonomi digital yang bergantung pada digitalisasi yang terjadi di seluruh sektor. Mulai dari telepon genggam hingga transportasi publik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengundang Johari membahas ini. Airlangga mengatakan alasan peluang kerja sama ini muncul karena pengembangan industri semikonduktor Malaysia lebih maju dibandingkan Indonesia.

“Jika melihat peta pengembangananya, Malaysia saat ini berada pada fase kedua, sementara Korea di fase pertama,” kata Airlangga.

Kerja sama dengan salah satu negara bagian Malaysia ini meliputi berbagi peluang pengembangan teknologi seluler, Internet of Things (IoT), komputer pribadi, otomotif, dan komputasi awan, termasuk pusat data.

Meski belum semaju Malaysia, tapi Airlangga mengatakan Indonesia memiliki keunggulan di sektor hulu, karena memiliki bahan baku semikonduktor yakni pasir silika.

“Saat ini kami telah memproduksi kaca lembaran (floating glass). Tahap berikutnya adalah pengembangan panel surya, dan selanjutnya wafer semikonduktor,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...