Mentan Amran Ancam Cabut Izin Produsen Pangan yang Jual di Atas HET

Kamila Meilina
13 Februari 2026, 11:55
Menteri Pertanian Amran Sulaiman berjalan usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Dalam ratas tersebut diantaranya membahas swasembada beras yang tercapai dalam wa
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar
Menteri Pertanian Amran Sulaiman berjalan usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Dalam ratas tersebut diantaranya membahas swasembada beras yang tercapai dalam waktu satu tahun pada 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengancam akan mencabut izin produsen yang menjual bahan pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) jelang Ramadan dan Idul Fitri.  Hal itu berlaku untuk bahan pokok utama yang produksinya berlimpah seperti beras, minyak goreng hingga daging ayam.

"Kalau ada yang melanggar, cari produsennya. Bila perlu beri sanksi berat, cabut izinnya,” kata Amran dalam konferensi pers Gerakan Pangan Murah di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (13/2). 

Dia memastikan stok pangan Indonesia tahun ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, dan meminta seluruh pengusaha untuk tidak menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Karena yang pertama, beras kita stoknya tertinggi sepanjang sejarah. Ini mungkin pertama kalinya di bulan Februari stok kita mencapai 3,4 juta ton. Biasanya hanya 1 juta sampai 1,5 juta ton,” kata Amran.

Selain itu, ia menyebut tersedia SPHP sebanyak 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram, serta minyak goreng yang dipegang pemerintah sebanyak 700.000 ton dengan harga maksimal Rp15.700. Harga daging juga disebutnya sudah ditetapkan sesuai HET, yakni Rp40.000 untuk ayam dan Rp140.000 untuk sapi.

“Tidak ada alasan harga naik. Kalau harga beras naik, rakyat marah pada pemerintah. Padahal yang melakukan hanya satu-dua pihak, tetapi pemerintah yang diserang,” ujar Amran.

Selain beras, dia mengatakan Indonesia adalah produsen terbesar minyak goreng di dunia. Saat ini, Indonesia juga telah swasembada untuk sembilan komoditas: beras, jagung (tidak impor untuk pakan), bawang merah, cabai, telur, ayam, dan lainnya. 

Pengawasan Fokus pada Produsen Besar

Amran menekankan, pengawasan tidak ditujukan pada pedagang kecil atau pedagang kaki lima yang hanya mendapat untung Rp200–Rp500 per transaksi.

“Jangan ganggu pedagang kecil. Cari sumber yang menyebabkan harga naik, bukan lapak-lapak kecil,” katanya.

Sisanya, yang menjadi perhatian ke depan, adalah bawang putih dan sapi. Menjelang bulan suci Ramadan, ia memastikan stok pangan nasional tercatat cukup, termasuk yang berasal dari impor.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...