Mentan: Stok Pangan Aman 324 Hari di Tengah Perang Iran-AS dan Potensi El Nino
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim cadangan pangan Indonesia dalam kondisi aman hingga 324 hari meski dunia menghadapi ketegangan geopolitik, termasuk konflik antara Iran dan Amerika Serikat, serta potensi kekeringan akibat fenomena El Niño.
Amran menyebut stok pangan nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 324 hari atau sekitar 10,7 bulan.
“Pangan kita, cadangan kita sampai dengan hari ini tersedia sampai 324 hari. Jadi insyaallah pangan aman, tidak usah risau,” kata Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, dikutip dari YouTube resmi Kementerian Pertanian RI, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan cadangan tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari stok beras pemerintah di gudang Perum Bulog sekitar 3,7 juta ton, stok sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) lebih dari 12 juta ton, serta potensi produksi dari tanaman yang sedang tumbuh (standing crop) sekitar 10–11 juta ton.
Selain cadangan yang tersedia saat ini, pemerintah juga masih terus memproduksi pangan setiap bulan. Menurut Amran, produksi beras nasional berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan, sementara kebutuhan dalam negeri sekitar 2,5 juta ton per bulan.
“Artinya produksi kita masih di atas kebutuhan. Jadi cadangan berjalan terus, tidak berhenti di angka 324 hari itu,” ujarnya.
Potensi Hadapi El Nino
Di sisi lain, pemerintah juga mengantisipasi potensi kekeringan akibat fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada April mendatang. Meski demikian, Amran menilai dampaknya tidak akan sekuat kejadian pada 2023.
“Kalau dibandingkan sebelumnya, El Nino sekarang lebih lemah. Kita juga sudah lebih siap,” kata dia.
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Pertanian telah menyiapkan program pompanisasi yang dapat mengairi sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian. Tahun ini, pemerintah juga disebut menargetkan tambahan cakupan pompanisasi hingga 1 juta hektare sehingga totalnya mencapai 2 juta hektare lahan yang bisa dialiri air saat musim kering.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung seperti embung, sumur dangkal, sumur dalam, serta rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup sekitar 1 juta hektare lahan.
Amran menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan bibit unggul yang tahan kekeringan, optimalisasi lahan rawa sekitar 1 juta hektare, serta dukungan alat dan mesin pertanian untuk menjaga produksi tetap stabil. Menurutnya, kesiapan ini membuat Indonesia lebih siap menghadapi dua tantangan sekaligus, yakni ketegangan geopolitik global dan potensi kekeringan.
“Dulu saat El Nino 2015, 2016, bahkan 2023 kita belum sesiap sekarang. Sekarang irigasi sudah disiapkan, lahan sudah disiapkan, bibit unggul sudah disiapkan,” ujarnya.
Amran juga mengungkapkan stok beras pemerintah saat ini mencapai sekitar 3,76 juta ton, yang disebutnya sebagai level tertinggi untuk periode Maret sepanjang sejarah.
“Ini tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan yang sama. Kemungkinan dua bulan ke depan minimal bisa mencapai lima juta ton,” kata Amran.
