Kemenhub Beri Diskon 30% Tiket Kapal Pelni dan 66 Ribu Kuota Mudik Gratis
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan diskon tarif sebesar 30% untuk tiket kapal kelas ekonomi milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) serta menyediakan lebih dari 66 ribu kuota tiket gratis selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026.
“Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/3).
Pemerintah menghadirkan kembali program tiket gratis dengan kuota lebih dari 66 ribu penumpang. Pendaftaran program tersebut dibuka mulai 6 Maret 2026, dengan periode keberangkatan antara 11 Maret hingga 6 April 2026.
Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif sebesar 30% untuk seluruh trayek kapal perintis bersubsidi atau public service obligation (PSO) milik Pelni kelas ekonomi yang mencakup lebih dari 445 ribu tiket.
Kemenhub juga menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang untuk melayani Angkutan Laut Lebaran 2026. Armada disiapkan guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik.
“Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran,” ujarnya.
Menurut Dudy, moda angkutan laut memiliki peran strategis terutama dalam melayani wilayah kepulauan, daerah terpencil, terluar, dan perbatasan. Untuk itu, Kemenhub telah melakukan berbagai langkah untuk menjamin kelancaran layanan, termasuk uji kelaiklautan terhadap berbagai jenis kapal.
Pemeriksaan tersebut mencakup kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional, hingga kapal wisata guna memastikan seluruh armada layak beroperasi selama periode angkutan Lebaran.
“Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar,” kata Dudy.
Ia juga kembali menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada periode tersebut.
