Ekspor Produk Ekonomi Kreatif Rp 486,3 Triliun, Belum Termasuk Produk Digital

Kamila Meilina
27 Maret 2026, 20:26
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifki Harsya, ekraf,
Katadata/Desy Setyowati
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifki Harsya
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai ekspor produk ekonomi kreatif sekitar US$ 29,21 miliar atau Rp 486,3 triliun (kurs Rp 16.670 per US$ pada akhir tahun lalu) sepanjang Januari – November 2025. Angka ini bahkan belum memasukkan data ekspor produk digital.

Angka itu US$ 29,21 miliar itu merujuk pada data Badan Pusat Statistik atau BPS untuk kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI 264. Besarannya mencapai 110% dari target setahun penuh US$ 26,4 miliar.

“Ini masih ekspor kreatif berbentuk fisik. Yang digital belum bisa tercatat,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat kunjungan ke kantor Katadata di kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (27/3).

Produk ekonomi kreatif digital yang dimaksud seperti desain, animasi, aplikasi, dan pekerjaan kreatif berbasis platform digital.

Kementerian pun berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan berbagai pihak terkait agar transaksi ekspor digital bisa tercatat secara resmi.

"Hal ini penting karena banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang menerima pekerjaan dari luar negeri melalui platform digital, namun belum masuk dalam data ekspor nasional," kata dia.

Nilai ekspor tiap subsektor ekonomi kreatif sebagai berikut:

  • Fesyen: US$16.370,5 juta
  • Kriya: US$12.034,1 juta
  • Kuliner: US$720,8 juta
  • Game developer: US$60,8 juta
  • Penerbitan: US$16,1 juta
  • Seni rupa: US$8,6 juta
  • Fotografi: US$0,8 juta
  • Musik: US$0,07 juta

Data tersebut menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif Indonesia masih didominasi produk berbasis barang fisik, terutama fesyen dan kriya yang menjadi komoditas ekspor utama.

Dari sisi negara tujuan ekspor, pasar terbesar ekonomi kreatif Indonesia yakni Amerika Serikat. Rinciannya sebagai berikut:

  • AS: US$ 9,14 miliar
  • Swiss: US$ 3,70 miliar
  • Jepang: US$ 1,53 miliar
  • Thailand: US$ 1,43 miliar
  • Uni Emirat Arab: US$ 1,32 miliar
  • Negara lainnya: US$ 12,06 miliar

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa produk ekonomi kreatif Indonesia memiliki pasar yang kuat di negara maju maupun kawasan Asia.

"Ekspor ekonomi kreatif juga berkontribusi sekitar 12% dari total ekspor nonmigas nasional," kata Teuku.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...