Menko AHY Targetkan Jalur Kereta Api Bekasi Kembali Normal Sore Ini
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menargetkan proses normalisasi operasional di Stasiun Bekasi Timur dapat selesai paling lambat pukul 17.00 WIB, Selasa (28/4), setelah insiden tabrakan kereta yang terjadi sebelumnya.
AHY mengatakan, berdasarkan penjelasan yang diterimanya di lapangan, jalur kereta diharapkan sudah dapat kembali beroperasi normal sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Namun, ia menegaskan seluruh proses pemulihan masih bergantung pada kelancaran evakuasi dan recovery rangkaian kereta yang terdampak.
"Kita lihat prosesnya memang masih membutuhkan segala upaya," kata AHY saat meninjau lokasi di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Menurut dia, saat ini banyak petugas dari PT Kereta Api Indonesia yang telah dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan jalur. Ia berharap layanan kereta bisa kembali normal pada sore atau malam hari.
AHY menjelaskan, tahapan pertama yang dilakukan adalah mengevakuasi para penumpang. Setelah itu, fokus beralih pada proses pengangkatan gerbong kereta yang mengalami tabrakan, termasuk gerbong khusus wanita KRL yang hingga kini masih dalam proses evakuasi dari jalur rel.
Menurut pantauan di lapangan pukul 14.30, proses evakuasi pengangkatan gerbong KRL Commuter Line masih berlangsung. Tersisa satu gerbong KRL Commuter Line bagian gerbong wanita, sementara rangakaian dan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek telah selesai diangkut sejak pukul 07.00 pagi tadi.
Jika proses tersebut tuntas, AHY mengatakan tahap selanjutnya adalah normalisasi rute perjalanan KRL dan layanan kereta lain yang terdampak akibat insiden tersebut.
Selain mengangkat rangkaian kereta, AHY menyebut petugas juga harus melakukan pemeriksaan terhadap sistem listrik aliran atas agar dapat dipastikan kembali aman dan berfungsi normal sebelum operasional dibuka sepenuhnya.
"Semua berupaya agar prosesnya cepat tapi juga tuntas. Mengapa? Karena kita tidak ingin terjadi gangguan-gangguan berikutnya," ujarnya.
AHY menambahkan, pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut, baik di tingkat strategis maupun teknis operasional. Ia menyinggung masih banyaknya lintasan sebidang yang menjadi titik rawan karena jalur kereta beririsan langsung dengan lalu lintas jalan raya.
Meski demikian, AHY menegaskan penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menurutnya, lembaga tersebut memiliki kewenangan penuh untuk mengusut insiden dan merumuskan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
