Investasi Baru Masuk KEK Kendal, PT Hoi Fu Bangun Pabrik Kemasan Rp1,12 Triliun
Produsen kemasan asal Cina, PT Hoi Fu Paper Packaging, membangun pabrik kemasan di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal (KEK Kendal) dengan nilai investasi Rp 1,12 triliun. Proyek ini ditargetkan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja, sekitar 95% merupakan tenaga kerja lokal.
Perekrutan dilakukan bertahap dalam tiga fase, yakni 300 pekerja pada tahap awal, kemudian 500 pekerja, dan 200 pekerja pada fase berikutnya.
Selain membuka lapangan kerja langsung, kehadiran pabrik ini juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti logistik, transportasi, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar kawasan pabrik.
Groundbreaking pembangunan pabrik dilakukan pada Sabtu (2/5). Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, koordinasi antarlembaga dilakukan agar berbagai hambatan investasi di lapangan dapat segera diselesaikan, mulai dari isu strategis hingga ketersediaan bahan baku.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan Kabupaten Kendal memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga ekonomi nasional dengan dukungan KEK Kendal yang terus berkembang.
“Kami berharap kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging dapat memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/5).
Kinerja KEK Kendal Melesat
Sejalan dengan masuknya investasi baru, KEK Kendal mencatatkan kinerja signifikan. Hingga Triwulan I 2026, kawasan ini membukukan investasi kumulatif sebesar Rp 101,93 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang.
Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 9% secara tahunan (year-on-year) dan berkontribusi sekitar 24,33% terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Dari sisi efisiensi investasi, Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Kabupaten Kendal tercatat 3,92. Angka ini menunjukkan investasi yang masuk mampu menghasilkan output ekonomi secara optimal.
Menurut Susiwijono, tingginya minat investor juga membuat utilisasi lahan KEK Kendal hampir mencapai 100%. Karena itu, pemerintah menyiapkan rencana ekspansi kawasan seluas 1.000 hektare.
“Pemerintah berkomitmen terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi di KEK,” ujarnya.
