Ditopang Permintaan dari Asia dan AS, Ekspor Mobil Hybrid Toyota Melonjak 42,8%
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membidik pertumbuhan ekspor kendaraan berlanjut pada semester II 2026 setelah mencatat kenaikan ekspor mobil 12,29% dan lonjakan ekspor mobil hybrid 42,8% hingga Mei 2026.
Kinerja ekspor Toyota tahun ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari negara-negara di Asia dan Amerika. Permintaan dari kedua kawasan tersebut mampu menutup penurunan ekspor ke Timur Tengah.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana mengatakan kinerja ekspor hingga Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut dia, tren tersebut diharapkan berlanjut pada paruh kedua tahun ini.
"Kalau sampai bulan Mei terlihat cukup signifikan naik dibandingkan tahun lalu. Untuk prospek ke depan, kami mengikuti demand dari customer. Harapannya tentu ekspor terus meningkat," kata Nyoman dalam media briefing di Jakarta Selatan, Kamis (9/7).
Ekspor Mobil Hybrid Toyota Melonjak 42,8% hingga Mei 2026
PT TMMIN mencatat ekspor mobil hybrid buatan Indonesia naik 42,8% pada Januari–Mei 2026. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid di pasar global.
Chief Technical Government Affairs TMMIN Irwin Tristanto mengatakan kenaikan ekspor Toyota menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekspor mobil nasional tahun ini.
"Kalau dilihat, tambahan ekspor Toyota mencapai sekitar 13 ribu unit atau sekitar 86% dari kenaikan ekspor mobil Indonesia. Ini menunjukkan industri otomotif Indonesia masih mampu bersaing di pasar global," kata Irwin dalam kesempatan yang sama.
Selama lima bulan pertama tahun ini, Toyota mengekspor 10.632 unit mobil hybrid, naik dari 7.444 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, Toyota juga masih menjadi eksportir mobil utuh (completely built-up/CBU) terbesar di Indonesia. Hingga Mei 2026, ekspor mobil Toyota mencapai 121.832 unit, meningkat 12,29% dibandingkan 108.501 unit pada Januari–Mei 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan total ekspor mobil utuh Indonesia mencapai 207.222 unit hingga Mei 2026, naik 7,64% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sekitar 58,8% berasal dari kendaraan bermerek Toyota.
Toyota juga terus meningkatkan penggunaan komponen lokal. Beberapa model yang diproduksi di Indonesia kini memiliki tingkat kandungan lokal hingga sekitar 80%.
Hingga saat ini, Toyota Indonesia telah mengekspor sekitar 3,27 juta kendaraan ke lebih dari 100 negara. Selain mobil utuh, perusahaan juga mengekspor kendaraan dalam bentuk CKD (completely knocked down), komponen, dan peralatan produksi.
Model Avanza dan Veloz menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan 27.647 unit, disusul Raize sebanyak 22.262 unit dan Yaris Cross sebanyak 16.855 unit.
Toyota menargetkan ekspor terus tumbuh melalui perluasan pasar dan pengembangan kendaraan rendah emisi, termasuk mobil hybrid yang permintaannya terus meningkat di pasar internasional.
