Permintaan Bahan Herbal di Indonesia Terus Tumbuh, Regulasi Masih Jadi Tantangan

Tia Dwitiani Komalasari
2 September 2026, 06:49
Pengunjung melihat sejumlah produk Specialty Natural Products Public Company Ltd (SNPS) di Bangkok, Thailand, Selasa (28/2).
Katadata/Tia Dwitiani Komalasari
Pengunjung melihat sejumlah produk Specialty Natural Products Public Company Ltd (SNPS) di Bangkok, Thailand, Selasa (28/2).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Permintaan terhadap bahan herbal untuk industri makanan, nutrisi, kosmetik, hingga produk perawatan tubuh dinilai terus berkembang di Indonesia, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap asal-usul bahan yang mereka konsumsi maupun gunakan.

Hal tersebut disampaikan Head of International Division Specialty Natural Products Public Company Ltd (SNPS) Laure Desforges dalam wawancara saat kunjungan media ke fasilitas riset dan penelitain SNPS Thailand, Senin (1/9). SNPS merupakan perusahaan asal Thailand yang bergerak di bidang riset, pengembangan, manufaktur dan distribusi ekstrak herbal standar. 

Menurut dia, perkembangan pasar bahan alami di Asia, termasuk Indonesia, mengikuti tren yang lebih dulu tumbuh di Eropa dan Amerika Serikat.

Ia mengatakan konsumen kini semakin memperhatikan komposisi produk serta asal bahan baku yang digunakan. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya permintaan terhadap bahan alami dibandingkan bahan berbasis kimia.

“Kalau melihat pasar secara keseluruhan, semuanya berawal dari tren di Eropa dan Amerika Serikat. Negara-negara lain kemudian mengikuti tren penggunaan produk berbahan alami, terutama dari sisi konsumen industri,” ujarnya.

Menurut dia, Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang memiliki peluang besar bagi pertumbuhan industri bahan alami. Indonesia secara khusus dipandang sebagai pasar potensial karena memiliki jumlah penduduk besar sekaligus permintaan konsumen yang terus meningkat.

Konsumen Indonesia dinilai semakin sadar terhadap produk yang mereka beli. Mereka tidak hanya mempertimbangkan manfaat produk, tetapi juga mulai mencari tahu dari mana bahan alami tersebut berasal serta bagaimana proses produksinya.

“Sekarang konsumen peduli terhadap apa yang mereka makan dan apa yang mereka gunakan. Mereka akan memeriksa dari mana bahan itu berasal. Ketika memiliki pilihan antara bahan alami dan bahan kimia, dalam persepsi konsumen bahan alami dianggap lebih menarik,” katanya.

Regulasi Jadi Tantangan

Meski demikian, ia menilai pengembangan pasar Indonesia masih menghadapi tantangan dari sisi regulasi. Proses penyesuaian aturan dinilai membutuhkan waktu sehingga menjadi salah satu hambatan yang tidak hanya dihadapi industri bahan alami, melainkan juga berbagai sektor lainnya.

“Indonesia sedikit menantang karena regulasinya membutuhkan waktu. Kami masih melihat proses dan berdiskusi mengenai bagaimana perkembangan regulasi tersebut. Jadi tantangannya bukan hanya untuk industri bahan alami, tetapi juga industri secara umum,” ujarnya.

Kendati demikian, perusahaan tetap melihat Indonesia sebagai pasar yang penting dalam strategi ekspansi di Asia Tenggara. Selain besarnya populasi, meningkatnya permintaan terhadap bahan alami menjadi alasan utama perusahaan terus mengembangkan kerja sama dengan klien di Indonesia.

Vitafoods Buka Peluang Pasar Global

Selain pasar Indonesia, Laure mengatakan pameran industri nutrisi dan bahan baku Vitafoods menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional.

Menurut dia, SNPS telah memiliki posisi yang cukup kuat di Asia Tenggara dengan klien di Malaysia, Singapura, Indonesia, serta Jepang. Sejumlah kerja sama dengan pelanggan bahkan telah berlangsung selama sekitar enam tahun.

Namun, kehadiran dalam Vitafoods membuka kesempatan untuk bertemu calon pelanggan baru, terutama perusahaan kecil dan menengah dari Eropa maupun Amerika Serikat.

“Bagi kami, Vitafoods adalah peluang yang sangat baik untuk bertemu klien baru. Kami sudah cukup kuat di Asia Tenggara, tetapi melalui pameran ini kami bisa bertemu lebih banyak perusahaan internasional dari Eropa dan Amerika,” katanya.

Ia menambahkan jumlah perusahaan internasional yang mengikuti pameran kini kembali meningkat setelah sempat menurun selama pandemi Covid-19. Menurut dia, aktivitas bisnis internasional telah kembali mendekati kondisi sebelum pandemi sehingga membuka peluang ekspansi yang lebih luas bagi perusahaan.

“Sekarang kondisinya berkembang jauh lebih baik dibandingkan saat pandemi. Kami melihat jumlah perusahaan internasional kembali meningkat dan hampir kembali ke level sebelum Covid-19. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi SNPS untuk memperluas pasar global,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...