Zulhas Bidik Pengembangan Budidaya Ikan Darat di 40.000 Lokasi

Tia Dwitiani Komalasari
15 September 2026, 14:52
Menko Pangan Zulhas
Dok. Kemenko Pangan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah menargetkan pengembangan budi daya ikan darat tematik di 40.000 lokasi untuk memperkuat penyediaan protein ikan nasional.

“Akan dibangun juga budidaya tematik 40.000 lokasi ya. Ada 40.000 lokasi dibangun tematik,” kata Zulhas seusai rapat koordinasi percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan budi daya ikan darat tematik di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (15/9).

Target tersebut merupakan bagian dari program prioritas sektor kelautan dan perikanan periode 2026–2029. KKP menyebut budi daya ikan darat tematik akan dikembangkan di 40.000 titik yang tersebar di 500 kabupaten/kota.

Adapun untuk 2026, pemerintah menargetkan program tersebut dikembangkan di 4.000 lokasi di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari pada 2 September 2026 mengatakan pemerintah saat itu telah mengembangkan program di sekitar 100 lokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Komoditas yang menjadi fokus pengembangan antara lain ikan lele dan nila karena relatif mudah dibudidayakan serta memiliki masa pemeliharaan yang relatif singkat.

Untuk pelaksanaan 2026, pemerintah desa menjadi penerima program dan dapat melibatkan masyarakat, kelompok masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hasil budi daya dirancang dipasarkan melalui koperasi atau lembaga pengelola kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pasar tradisional, pelaku usaha pengolahan, rumah makan, dan jaringan ritel.

KKP dalam mekanisme pengusulan calon penerima program mensyaratkan kesiapan lahan milik atau yang dikuasai desa maupun kelurahan serta pengelola yang mampu menjalankan kegiatan budi daya.

Calon lokasi juga didata berdasarkan sejumlah aspek kesiapan, antara lain sumber air, kesesuaian tata ruang, akses jalan, serta ketersediaan jaringan listrik minimal 2.200 volt ampere (VA).

Dalam pengembangan teknologi budi daya, KKP juga menyiapkan 40.000 unit mini Recirculating Aquaculture System (mini-RAS), yakni sistem budi daya yang mengolah dan menggunakan kembali air untuk mendukung produktivitas perikanan di pedesaan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan teknologi tersebut akan diterapkan di ratusan desa perikanan potensial.

“Kami siap mengembangkan 40.000 unit mini-RAS untuk diterapkan di ratusan desa di Indonesia,” ujar Trenggono.

KKP menyiapkan mini-RAS untuk komoditas nila dan lele, sedangkan pengembangannya ke depan juga mencakup komoditas lain sesuai kebutuhan dan kesesuaian wilayah.

Pemerintah dalam rapat koordinasi Selasa belum merinci jumlah unit mini-RAS yang akan ditempatkan pada setiap lokasi program.

KKP menyatakan pengembangan budi daya ikan darat tematik diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi ikan, tetapi juga membangun kegiatan ekonomi dari hulu hingga hilir, termasuk pembenihan, penyediaan pakan, pengolahan, dan pemasaran hasil budi daya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...