Kementan Bangun Peternakan Terintegrasi di 5 Wilayah, Anggaran Rp2,2 Triliun

Kamila Meilina
28 September 2026, 09:47
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan arahan saat Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/5/2025). Mentan menargetkan Provinsi Kaltim mencapai swasembada pangan paling lambat pada tahun 2026 mela
ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/rwa.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan arahan saat Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/5/2025). Mentan menargetkan Provinsi Kaltim mencapai swasembada pangan paling lambat pada tahun 2026 melalui sinergi dengan pemerintah pusat, daerah, serta memaksimalkan pemanfaatan teknologi dan infrastruktur pertanian.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pembangunan lima kawasan peternakan terintegrasi di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,2 triliun untuk pembangunan lima kawasan tersebut yang ditargetkan rampung pada 2027.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan lima kawasan tersebut berada di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo.

“Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan,” kata Amran dalam keteranganya, dikutip Senin (28/9). 

Total anggaran yang disiapkan dalam proyek pengembangan ekosistem keseluruhan di berbagai wilayah lainnya mencapai sekitar Rp17 triliun.

“Anggarannya sudah turun, beliau (Presiden) sudah tanda tangan Rp2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah sekitar Rp17 triliun, tetapi bukan di sini saja,” ujarnya.

Pembangunan lima kawasan tersebut mencakup rantai pasok peternakan dari hulu hingga hilir. Fasilitas yang disiapkan antara lain pabrik pakan, pembibitan ayam atau day-old chick (DOC), budidaya ayam, produksi telur, hingga pengembangan sapi perah dan susu.

Pembangunan kawasan peternakan juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, produksi ayam, telur, dan susu dari kawasan tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari pasokan untuk program tersebut.

Pembangunan pabrik pakan menjadi salah satu bagian dari kawasan peternakan. Bahan baku pakan, terutama jagung, akan didorong berasal dari sentra produksi di sekitar kawasan.

Untuk kawasan di Bone, misalnya, kebutuhan jagung untuk pakan dapat berasal dari Bone, Soppeng, dan daerah di sekitarnya. Pemerintah menyiapkan lahan seluas 150 hektare untuk pengembangan peternakan di daerah tersebut. 

Amran mengatakan keberadaan pabrik pakan yang dekat dengan sentra produksi jagung dapat mengurangi kebutuhan pengiriman bahan baku ke daerah lain untuk kemudian dikirim kembali dalam bentuk pakan.

“Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan,” ujarnya.

Sementara untuk komoditas susu, pemerintah mengembangkan sapi perah untuk meningkatkan produksi susu nasional.

Pemerintah menargetkan pembangunan lima kawasan tersebut selesai pada 2027. Amran mengatakan proses administrasi dan anggaran untuk pembangunan telah diselesaikan sehingga pengerjaan di lapangan dapat dipercepat.



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...