Toyota Pantau Minat Konsumen Veloz Hybrid, Produksi Capai 15.737 Unit
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melihat prospek minat konsumen terhadap New Veloz Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang diproduksi secara lokal. Hingga akhir Agustus 2026, TMMIN telah memproduksi 15.737 unit New Veloz HEV sejak awal produksi.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan kapasitas produksi kendaraan di TMMIN pada dasarnya disesuaikan dengan permintaan konsumen. Dengan demikian, produksi Veloz HEV tidak ditetapkan berdasarkan kapasitas bulanan yang tetap.
“Untuk kapasitas produksi di TMMIN pada dasarnya mengikuti demand dari customer. Kami selalu berusaha menyesuaikan kemampuan produksi dengan kebutuhan pelanggan,” kata Nyoman di kawasan Pabrik TMMIN Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9).
Ia mengatakan produksi Veloz HEV sejak awal produksi hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai 15.737 unit.
Meski demikian ia belum merinci kapasitas maupun target produksi Veloz HEV per bulan. Namun, untuk produksi Toyota di Indonesia secara keseluruhan, dia mengatakan perusahaan berharap dapat terus mencatat pertumbuhan.
“Untuk proyeksi produksi Toyota Indonesia ke depan tentunya kami berharap bisa terus bertumbuh,” ujarnya.
Veloz HEV menjadi bagian dari pengembangan kendaraan elektrifikasi Toyota yang diproduksi di Indonesia. Sebelumnya, TMMIN memproduksi Kijang Innova Zenix Hybrid EV pada 2022 sebagai model hybrid pertama Toyota yang diproduksi secara lokal.
Langkah itu dilanjutkan melalui produksi Yaris Cross Hybrid EV pada 2023. Kemudian, pada akhir 2025, TMMIN mulai memproduksi kendaraan berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), yakni bZ4X.
Pada 2026, Toyota memperluas pilihan kendaraan elektrifikasinya melalui Veloz Hybrid EV. Model tersebut membawa teknologi hybrid ke segmen kendaraan keluarga yang lebih luas.
Produksi kendaraan elektrifikasi disebut menjadi bagian dari pengembangan kemampuan manufaktur dan rantai pasok Toyota di Indonesia. Sejumlah komponen yang digunakan pada kendaraan elektrifikasi antara lain baterai, Power Control Unit (PCU), transaxle, motor listrik, dan wiring harness.
Toyota menyebut lokalisasi komponen tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem industri otomotif nasional. Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor, pengembangan komponen lokal dapat meningkatkan kemampuan pemasok dalam negeri dan nilai tambah industri.
