Realisasi Investasi Indonesia Capai Rp 528.7 Triliun pada Kuartal III 2026
Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat capaian realisasi investasi senilai Rp 465,2 triliun sepanjang kuartal III atau Juli-September 2026. Torehan investasi triwulan ketiga tahun ini meningkat 7,6% dari periode yang sama tahun lalu.
Jumlah tersebut terdiri atas Rp 270,2 triliun dari hasil penanaman modal asing (PMA) dan Rp 258,5 triliun penanaman modal dalam negeri atau PMDN. Menteri Investasi Rosan Roeslani menyampaikan sebaran investasi mayoritas berada di luar Pulau Jawa dengan Rp 271,6 triliun atau 51,4%. Sedangkan nilai investasi di Pulau Jawa sejumlah Rp 257,1 triliun atau 48,6%.
“Capaian realisasi investasi triwulan ketiga 2026 itu mencapai Rp 528,7 triliun sehingga total investasi dari Januari sampai September 2026 adalah Rp 1.539,2 triliun atau mencapai 75,4% dari target,” kata Rosan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin 916/10).
Sebaran investasi baik PMA dan PMDN yang masuk ke Indonesia mayoritas berada di Jawa Barat dengan Rp 91 triliun atau 17,2%. Posisi selanjutnya ditempati oleh Jakarta dengan Rp 75,7 triliun, disusul Sulawesi Tengah Rp 47,3 triliun, kemudian Jawa Timur Rp 37,8 triliun, dan Maluku Utara mencapai Rp 30,6 triliun.
Jika dilihat berdasarkan bidangnya dia menyebut penanaman modal asing terbesar berada di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebanyak Rp 111,6 triliun. Sementara itu untuk PMDN ada di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 43,3 triliun.
Dalam periode ini, negara penyumbang investasi terbesar adalah Hongkong sebanyak US$ 5,2 miliar, disusul Singapura US$ 5,1 miliar, kemudian Amerika Serikat US$ 1,7 miliar, Cina US$ 1,1 miliar, dan Korea Selatan US$ 0,8 triliun.
Dalam kesempatan tersebut Rosan menyebut total realisasi investasi hilirisasi kuartal III 2026 mencapai Rp 179,9 triliun. Jumlah ini naik 19,4% dari periode yang sama pada 2025.
Dia menyebut sektor pengumpang investasi hilirisasi terbesar masih disumbang oleh mineral Rp 128,6 triliun, kemudian perkebunan dan kehutanan Rp 29,2 triliun, migas Rp 18,6 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp 3,5 triliun.
