Cerita Pelaku Usaha Kreatif Menjaring Pembeli di Creativillage WCCE 2026

Image title
Oleh Khoirurrozikin - Tim Publikasi Katadata
25 Oktober 2026, 09:26
Creativillage WCCE 2026 menjadi ruang bagi pelaku usaha kreatif bertemu dengan konsumen
Katadata/Rozik
Creativillage WCCE 2026 menjadi ruang bagi pelaku usaha kreatif bertemu dengan konsumen
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Beragam produk kreatif meramaikan Creativillage, bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung di kawasan SCBD, Jakarta, pada 21–25 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau calon konsumen secara langsung.

Salah satu peserta yang memanfaatkan kesempatan tersebut adalah Ela dari Sewish and Rich. Ia menghadirkan kerajinan tangan berbahan limbah kain yang diolah menjadi berbagai produk kreatif.

Ela mengaku cukup sering mengikuti bazar untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti Creativillage dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung dibandingkan aktivitas penjualan sehari-hari di mal.

“Kalau mengikuti bazar seperti ini, pengunjungnya biasanya lebih ramai dibandingkan saat berjualan sehari-hari di mal. Saya juga ingin produk yang dijual semakin dikenal dan bisa menjangkau pembeli baru,” harap Ela kepada Katadata, Sabtu (24/10).

Sebelumnya, ia mendapatkan informasi mengenai Creativillage WCCE 2026 melalui platform media sosial Instagram. Keikutsertaannya kali ini menjadi salah satu cara untuk memperluas pengenalan kerajinan berbahan limbah kain kepada konsumen.

Kesempatan serupa dimanfaatkan Triasna, pemilik usaha Threeasna. Ia rutin mengikuti bazar untuk menawarkan produknya secara langsung kepada pembeli.

Triasna membagi waktu antara produksi dan penjualan. Pada hari kerja, ia fokus membuat produk, sedangkan akhir pekan dimanfaatkan untuk mengikuti bazar.

“Kalau hari kerja, Senin sampai Jumat, saya fokus produksi. Untuk Sabtu dan Minggu, biasanya saya mengikuti bazar untuk berjualan,” ujar Triasna.

Kegiatan seperti Creativillage memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan calon konsumen. Pengunjung juga dapat melihat produk secara lebih dekat sebelum memutuskan untuk membeli.

Produk Handmade Menarik Minat Pengunjung

Dari sisi konsumen, produk buatan tangan (handmade) menjadi salah satu daya tarik Creativillage. Nur Anisa, salah satu pengunjung, mengaku tertarik datang setelah mengetahui informasi acara tersebut melalui Instagram.

“Awalnya tertarik karena melihat informasi acara ini di Instagram. Nama Creativillage juga sudah menarik karena ada unsur kreatifnya. Kebetulan, saya memang suka produk-produk seperti ini, jadi tertarik untuk datang,” ujar pemudi berusia 23 tahun ini kepada Katadata, Sabtu (24/10).

Ketertarikannya berlanjut hingga pembelian. Nur mengaku membeli gelang buatan tangan yang ditawarkan salah satu penjual dalam pameran tersebut.

Ia menilai, banyak stan menawarkan produk handmade yang sesuai dengan minatnya. Ia juga menilai Creativillage cukup nyaman lantaran pengunjung dapat menemukan stan makanan dan minuman serta tempat duduk untuk beristirahat.

“Secara keseluruhan, acaranya ok. Stan yang tersedia bukan cuma menjual produk, tetapi ada juga makanan dan minuman. Tempat duduknya juga tersedia, jadi kalau capek berkeliling, pengunjung bisa beristirahat,” imbuhnya.

Creativillage Perluas Peluang Ekonomi Kreatif

Creativillage mengusung konsep A Journey Through Indonesian Creative Economy dengan tiga pilar utama, yakni showcase, collaboration, dan promotion. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan karya lintas subsektor sekaligus mempertemukan pelaku industri kreatif dengan calon investor dan mitra strategis.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan Creativillage menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan karya kreatif Indonesia kepada masyarakat dan dunia.

“Melalui Creativillage, kita ingin menghadirkan best of the best dari Indonesia dan membuktikan kepada dunia bahwa pelaku industri kreatif kita sudah sekeren ini. Ini bukan sekadar pameran, tetapi langkah nyata untuk menemukan hidden gems di seluruh pelosok negeri sekaligus menggerakkan roda perekonomian bangsa,” ujar Irene saat membuka Creativillage di Jakarta, Rabu (21/10).

Creativillage terbagi dalam tiga zona, yakni Village One di Ashta District 8, Village Two di MGP Space, serta WCCE Weekland di SCBD Park. Adapun WCCE Weekland yang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 menghadirkan bazar kreatif, instalasi seni, pertunjukan musik, dan ruang kolaborasi komunitas.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Creativillage diharapkan dapat membuka peluang pasar bagi pelaku ekonomi kreatif. Interaksi langsung dengan pengunjung menjadi salah satu cara bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas sekaligus membangun hubungan dengan calon konsumen.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...