Bisnis Hiburan Babak Belur, Walt Disney Siapkan PHK Ribuan Karyawan
Walt Disney Co. bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap ribuan karyawan sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan. Raksasa hiburan tersebut meminta sejumlah manajer menyusun target penghematan biaya tahunan hingga 20%.
Mengutip laporan Bloomberg, sumber yang mengetahui pembahasan itu menyebut penghematan dapat dilakukan melalui pengurangan jumlah karyawan maupun pemangkasan pos pengeluaran lainnya. Namun, pembahasan itu disebut masih bersifat internal.
Sejumlah unit bisnis Disney diperkirakan terkena dampak lebih besar, terutama bisnis taman hiburan, saluran televisi, dan studio film.
“Chief Executive Officer Josh D’Amaro berencana untuk menginvestasikan kembali sebagian dari penghematan tersebut ke dalam produksi film dan program TV, teknologi, serta bisnis taman hiburan dan kapal pesiar,” kata sumber Bloomberg, dikutip Kamis (5/11).
Disney menargetkan pertumbuhan laba per saham yang disesuaikan sebesar dua digit pada tahun fiskal ini. Target tersebut mendorong perusahaan untuk terus menekan biaya operasional melalui efisiensi dan restrukturisasi bisnis.
Dalam beberapa tahun terakhir, Disney telah memangkas biaya hingga miliaran dolar dan memberhentikan ribuan karyawan. Efisiensi tersebut menyasar seluruh lini bisnis, mulai dari ABC, Pixar, ESPN, studio film, hingga unit bisnis pengalaman. Hingga akhir tahun fiskal lalu, Disney mempekerjakan sekitar 231.000 karyawan di seluruh dunia.
The Wall Street Journal melaporkan pada 1 Oktober bahwa Disney berencana merestrukturisasi divisi televisi hingga memangkas karyawan di unit hukum dan urusan global perusahaan.
Langkah efisiensi juga dilakukan sejumlah perusahaan hiburan lainnya, seperti Netflix Inc., Sony Pictures Entertainment, hingga divisi Paramount dan Warner Bros. milik Skydance Corp. Mereka menghadapi tekanan bisnis akibat penurunan pendapatan televisi konvensional dan melambatnya pertumbuhan pelanggan layanan streaming.
Di sisi lain, perusahaan hiburan harus bersaing memperebutkan pemirsa yang semakin banyak beralih ke media sosial, video daring, dan layanan streaming milik perusahaan teknologi besar seperti Amazon.com Inc. dan Apple Inc.
Presiden Disney Dana Walden mengatakan perusahaan perlu terus mengevaluasi struktur dan skala organisasinya. Dalam konferensi Bloomberg Screentime di Los Angeles bulan lalu, ia menyebut perkembangan teknologi turut mengubah lanskap bisnis hiburan sehingga perusahaan harus beradaptasi untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya.
