Xi Jinping Puji 75 Tahun Hubungan Cina - Indonesia di Tengah Perang Dagang Trump

Ira Guslina Sufa
14 April 2025, 08:36
Xi jinping
ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia/foc.
Presiden Prabowo Subianto menyalami Presiden Xi Jinping sebelum menyaksikan MoU antara kedua negara di Balai Besar Rakyat, Beijing, China pada Sabtu (9/11/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Xi Jinping memuji hubungan diplomatik antara Cina dan Indonesia yang telah terbangun selama 75 tahun. Menurut Xi relasi yang terbangun menjadi model solidaritas negara-negara berkembang yang sama-sama ingin maju.

"China - Indonesia di era sekarang, membangun teladan solidaritas yang tulus antara negara berkembang besar, model pembangunan bersama, pelopor kerja sama Selatan-Selatan serta bersama-sama mendorong kemajuan umat manusia," kata Presiden Xi seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri Cina, Senin (14/4). 

Pernyataan itu dibuat Xi sebagai bagian dari bertukar ucapan selamat dengan Presiden Prabowo Subianto untuk merayakan 75 tahun hubungan diplomatik Cina dan Indonesia.  Hubungan diplomatik resmi antara Indonesia dan Cina dimulai pada 13 April 1950, tidak lama setelah Indonesia merdeka dan Cina dipimpin oleh Partai Komunis di bawah pimpinan Mao Zedong. 

Indonesia merupakan salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang mengakui Cina secara diplomatik. Xi menyatakan selama 75 tahun sejak terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara telah saling mendukung dalam suka dan duka. 

Menurut Xi, hubungan bilateral kedua negara telah berkembang pesat, serta persahabatan Cina-Indonesia telah mengakar di hati rakyat. Hubungan kedua negara juga terus berlanjut di tengah perang dagang yang kini digencarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

"Tahun lalu, saya dua kali bertemu dengan Presiden Prabowo, dan kami sepakat untuk saling mendukung visi pembangunan masing-masing negara, berjalan bersama di jalan modernisasi,” ujar Xi. 

Ia pun menyampaikan komitmen untuk membangun komunitas Cina-Indonesia yang memiliki pengaruh regional hingga global. Menurut Xi, ia bersama Prabowo juga sepakat mendorong hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi. 

Presiden Xi menekankan bahwa sebagai negara berkembang besar dan kekuatan penting di "Global South", kerja sama antara Cina dan Indonesia memiliki makna strategis dan pengaruh global. "Saya sangat mementingkan perkembangan hubungan Cina-Indonesia, dan ingin bersama-sama dengan Presiden Prabowo memanfaatkan momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik ini,” ujar Xi. 

Ia berharap Cina dan Indonesia bisa lebih memperdalam kerja sama strategis komprehensif kedua negara. Selain itu juga memperkuat koordinasi strategis multilateral, dan terus memperkaya makna komunitas senasib sepenanggungan. 

Dalam pesan ucapan selamatnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China, ia atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Presiden Xi dan rakyat China.

"Persahabatan Indonesia dan China telah terjalin sejak lama, dan kemitraan kedua negara kuat serta penuh vitalitas. Kerja sama dalam lima pilar utama yaitu politik, ekonomi, budaya, maritim, dan keamanan terus berkembang pesat," kata Presiden Prabowo.

Ia mengatakan ingin agar kerja sama kedua negara dapat terus diperdalam, mempererat ikatan persahabatan antar rakyat serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan stabilitas dunia. Hubungan Indonesia-China erat terjalin di bawah Presiden Soekarno sejalan dengan kesamaan ideologi anti-imperialisme dan semangat non-blok.

Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 menjadi bentuk penguatan kerja sama, Indonesia dan China karena keduanya sama-sama menjadi pemrakarsa acara tersebut. Banyak kerja sama budaya, ekonomi, dan politik terjadi termasuk kunjungan kenegaraan antara Presiden Soekarno dan Presiden Mao Zedong.

Pasang Surut Hubungan Indonesia - Cina 

Setelah peristiwa G30S/PKI pada 1965, hubungan diplomatik putus karena muncul tuduhan keterlibatan Cina dalam mendukung Partai Komunis Indonesia (PKI). Di bawah pemerintahan Presiden Soeharto pada 1967, Indonesia membekukan hubungan diplomatik dengan Cina. Selama periode ini, hubungan hanya berlangsung sangat terbatas dan informal. Indonesia pun menjalin hubungan dengan Taiwan.

Kemudian pada 1990, masih di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia memulihkan hubungan diplomatik dengan Cina pada 8 Agustus 1990. Saat itu Soeharto juga mengakui prinsip "Satu Cina" sehingga hanya mengakui Republik Rakyat Cina sebagai negara Cina satu-satunya di dunia.

Sejak era reformasi di Indonesia, hubungan Indonesia dan Cina pun semakin erat. Pada 2005, kedua negara mendeklarasikan hubungan "Strategic Partnership" (Kemitraan Strategis) dan pada 2013 status hubungan tersebut ditingkatkan menjadi "Comprehensive Strategic Partnership "Kemitraan Strategis Komprehensif" yang mencakup bidan perdagangan, investasi, dan pertahanan.

Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia ikut bergabung dalam "Belt and Road Initiative" dengan salah satu proyek infrastruktur yang berhasil dilakukan adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Berdasarkan catatan Bea Cukai Cina, perdagangan bilateral Indonesia-Cina pada 2024 mencapai 147,78 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia mencapai 71,09 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Cina sebesar 76,69 miliar dolar AS. Cina menjadi yang terbesar di atas Amerika Serikat dan Jepang.

Sementara Investasi Asing Langsung (FDI) Cina di Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 8,1 miliar dolar AS (ketiga terbesar) atau meningkat 9,4 persen dibanding 2023. Nilai tersebut masih di bawah nilai investasi dari Hong Kong (8,2 miliar dolar AS) dan Singapura (20,1 miliar dolar AS).




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...