Israel Umumkan Jeda Operasi Militer di 3 Titik Jalur Gaza
Israel mengumumkan jeda dalam operasi militer mereka selama 10 jam di tiga wilayah Gaza. Jeda diberlakukan untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Tiga wilayah tersebut adalah sebagian Kota Gaza, Al-Mawasi, dan Deir al-Balah. Jeda berlaku pukul 10.00 hingga 20.00 waktu setempat. Jeda ini dilakukan Israel di tengah-tengah tekanan internasional yang semakin luas.
"Jeda taktis lokal dalam aktivitas militer akan diberlakukan untuk tujuan kemanusiaan," demikian bunyi pernyataan militer Israel, IDF seperti dikutip dari CNN, Minggu (27/7).
IDF mengatakan mereka telah menetapkan jalur aman agar konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi kemanusiaan bisa mendistribusikan makanan dan obat-obatan di Gaza.
Usai pengumuman tersebut, puluhan truk bantuan di Mesir bergerak menuju perbatasan dengan Israel. Dari siaran televisi Al Qahera News, terlihat truk-truk yang berspanduk Bulan Sabit Merah Mesir siap memasok keperluan masyarakat Gaza.
Terlalu Pendek
Meski demikian, PBB menilai jeda ini terlalu pendek untuk mengirimkan bantuan. Ini akrena anak-anak yang kekurangan gizi memerlukan perawatan yang berkelanjutan.
"Kami mampu mencegah kekurangan gizi, kami mampu menangani kekurangan gizi, tetapi itu tidak akan terjadi dalam sehari," kata spesialis komunikasi untuk badan PBB yang mengurusi anak-anak (UNICEF), Joe English.
English mengatakan perlu gencatan senjata yang berkelanjutan untuk menangani anak yang kekurangan gizi. Dia juga menjelaskan bahwa PBB perlu membangun kembali 400 titik distribusi agar bisa beroperasi secara efisien.
